Uni Eropa-Indonesia percepat perundingan liberalisasi pasar
Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi bertemu dengan Wakil Presiden Uni Eropa, Federica Mogherini. Dalam kesempatan kali ini, Menlu Retno mengatakan Uni Eropa merupakan kawasan terbesar ketiga yang menanamkan modal di Tanah Air.
"Hubungan kami baik. Perdagangan dengan Uni Eropa mencapai 26,14 miliar dolar Amerika pada 2015. Uni Eropa ketiga terbesar investasi di Indonesia," ujar Menlu Retno di Kementerian Luar Negeri, Jumat (8/4).
Perkembangan kerja sama RI dan Uni Eropa terangkum dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Sampai sekarang rancangan kerja sama itu masih dirundingkan. Dalam pertemuan ini, kedua pihak berkomitmen mempercepat pembahasan sekaligus implementasinya.
"Ada tiga prinsip dasar CEPA, yaitu akses pasar, pembangunan berkelanjutan, perdagangan dan investasi," ucap Retno.
Ekspor utama Indonesia ke negara-negara Uni Eropa antara lain mesin-mesin, kendaraan bermotor, farmasi dan bahan kimia. Ada juga bahan bakar, pesawat terbang, plastik, besi dan baja, serta produk kertas, minuman beralkohol dan furnitur.
Sementara, impor utamanya berupa bahan bakar, minyak mentah, mesin, kendaraan, farmasi, batu mulia, tekstil, pesawat terbang, plastik, metal dan kapal. Ada 1437 proyek investasi Uni Eropa di Indonesia.
Selain membahas masalah ekonomi dan perdagangan, Menlu Retno juga membahas mengenai pendidikan, dan isu global seperti penanggulangan terorisme, pengungsi dan penjaga perdamaian. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya