Ulah kampungan para anggota parlemen sedunia saat sidang
Merdeka.com - Anggota parlemen Kosovo kemarin melakukan tindakan mengejutkan saat sidang sedang berlangsung. Para anggota parlemen dari partai oposisi itu melepaskan gas air mata sebagai upaya untuk menghentikan pemungutan suara terkait perjanjian demarkasi perbatasan dengan Montenegro.
Anggota dewan atau parlemen adalah sekumpulan orang terhormat yang mewakili rakyat di suatu negara. Mereka dipilih untuk mewakili aspirasi rakyat di parlemen.
Sebagai anggota parlemen sudah selayaknya mereka menunjukkan sikap atau perbuatan terhormat sesuai jabatannya. Namun tidak sedikit anggota parlemen yang justru bersikap kampungan seperti ikut tawuran saat sidang berlangsung.
Seperti apa ulah para anggota parlemen yang memalukan itu? Simak ulasannya dalam rangkuman merdeka.com berikut ini:
Anggota parlemen Turki adu jotos saat sidang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolitikus dari partai berseberangan di Turki pernah terlibat baku pukul, saling melempar kursi dan botol air, sampai naik ke meja demi menghajar lawannya.
Insiden di gedung parlemen, Senin (2/5/2016) lalu dipicu rancangan undang-undang usulan Presiden Recep Tayyip Erdogan menghapus kekebalan hukum anggota perlemen. Erdogan dituding ingin menyeret beberapa politikus partai oposisi ke pengadilan atas dugaan penghinaan presiden.
Anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang jadi mayoritas berupaya meloloskan UU tersebut. Sedangkan politikus Partai Demokratik Rakyat (HDP) selaku oposisi berkukuh menolak beleid itu.
Karena debat berjalan alot, beberapa wakil rakyat yang emosi akhirnya baku hantam di hadapan kamera televisi, disiarkan langsung ditonton jutaan orang. Ketua fraksi HDP, Idris Baluken, sampai mengelami dislokasi bahu dan luka di kepala karena adu jotos melawan politikus pendukung Erdogan.
Video perkelahian parlemen Turki jadi perbincangan netizen setelah diunggah lewat situs youtube dan liveleak.
Parlemen Taiwan tawuran saban tahun
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerseteruan fisik antar politikus di Taiwan rutin terjadi saban tahun. Bukan pemandangan aneh bila ada anggota DPR dicekik, dijambak, ditampar, atau saling pukul menggunakan kursi.
Pangkal persoalannya adalah sikap keras kepala dari Partai Kuomintang sebagai penguasa, dengan kelompok oposisi. Setiap kebijakan, pasti akan jadi arena debat menjurus perkelahian.
Salah satu yang paling parah terjadi pada Juni 2013. Para anggota parlemen dari partai penguasa Kuomintang berusaha mempertahankan podium dari penguasaan oposisi. Mereka mencegah anggota parlemen dari kelompok oposisi untuk mencabut aturan tentang pajak.
Televisi setempat, sebagaimana dilaporkan situs Telegraph Inggris, memperlihatkan suasana kemarahan dalam sidang. Sejumlah anggota parlemen perempuan saling dorong, saling sikut dan menjambak rambut. Ada juga yang menyiramkan air minum ke anggota lain atau beradu otot.
Politikus Korsel baku pukul pakai palu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTawuran juga dilakoni politikus di Korea Selatan. Salah satu perkelahian paling panas terjadi pada Desember 2010 lalu, legislator saling serang kala membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) Negeri Ginseng untuk 2011. Oposisi tidak sepakat dengan paket kebijakan ekonomi kubu berkuasa.
Anggota oposisi memblokade anggota parlemen yang berkuasa Grand National Party (GNP) memasuki gedung utama parlemen. Kursi dan meja pun digunakan untuk memblokade pintu masuk. Akhirnya kontak fisik pun tidak dapat terhindari.
Seorang anggota parlemen dari GNP dibawa ke rumah sakit setelah kepalanya dihantam pakai palu. Tawuran berlanjut hingga malam hari. Sekurang-kurangnya 400 politikus terlibat perkelahian massal tersebut.
Anggota parlemen Ukraina hampir rutin tawuran saat sidang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comNegara pecahan Uni Soviet ini mengalami politik tensi tinggi selama 10 tahun terakhir. Apalagi ketika pemimpin karismatik Yulia Tymoschenko dilengserkan begitu saja dari posisi perdana menteri oleh pendukung Victor Yanukovich.
Pertikaian dua tokoh politik nasional itu merembet ke para anggota partai masing-masing di parlemen. Bahkan, karena Ukraina terbelah soal keputusan gabung Uni Eropa ditambah isu penjualan gas ke Rusia, anggota DPR di sana rajin berkelahi sepanjang 2012-2013. Baku pukul, berbalas makian, hingga lempar gelas dilakoni nyaris setiap bulan.
Insiden paling terkenal dari tawuran itu terekam pada Desember 2012. Politikus fraksi nasionalis Svoboda menyeret dua orang anggota parlemen lainnya, untuk mencegah mereka mengucap sumpah. Alhasil Svoboda digebuki oleh rival-rival politiknya sampai berdarah.
Perselisihan mirip pelajar tawuran itu baru sedikit reda, ironisnya, ketika terjadi perang saudara pada 2013.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya