Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ucapkan terima kasih di Twitter, Malaysia sindir RI soal kabut asap

Ucapkan terima kasih di Twitter, Malaysia sindir RI soal kabut asap Kabut asap dari Riau selimuti Malaysia. ©2015 AFP PHOTO/MOHD RASFAN

Merdeka.com - Kabut asap akibat kebakaran lahan di Indonesia sejak pekan lalu mulai menyelimuti negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Insiden kesekian kalinya itu memicu sindiran dari para netizen di Negeri Jiran. Melalui jejaring sosial Twitter, para netizen membuat tanda pagar #TerimaKasihIndonesia.

Bagi warga Malaysia, kabut asap pekat dari Riau dan Kalimantan ini cukup mengganggu mereka. Aktivitas mereka sehari-hari, terutama para pelajar, terpaksa terhenti. Ada lima negara bagian Malaysia yang kemarin meliburkan sekolah karena asap masuk kategori berbahaya.

"Setiap tahun selalu terjadi. Kita seharusnya membuat perayaan tahunan akan hal ini. Saya dapat melihat dengan 'jelas' sekarang #TerimaKasihIndonesia," seperti ditulis oleh akun @harithiskandarL, yang dilaporkan oleh therakyatpost.com, Rabu (16/9).

Tak hanya @haritiskandarL, ada netizen lain dengan akun @medWANt yang mengatakan sumbangan asap dari Indonesia sejak tahun 90an 'amat bermakna' bagi Malaysia.

Sementara ada yang menyatakan kekesalan kepada Indonesia dengan mengatakan Indonesia tidak bisa menjaga alamnya. Hutan dibakar oleh mereka yang bernafsu pada uang, seperti yang ditulis oleh @sisigoldiene.

Akibat asap ini, selain jarak pandang mata berkurang drastis, masyarakat Malaysia mulai mengidap penyakit saluran pernapasan. Bahkan untuk menjaga kesehatan, banyak sekolah diliburkan hingga lima hari.

Tak hanya ditujukan untuk Indonesia secara umum, netizen Malaysia juga menyindir Presiden Joko Widodo dengan cuitan yang langsung ditujukan pada akun @jokowi.

"@jokowi kita harus mengirim padanya (Jokowi) semua tagihan medis," cuit akun @mamasan2712.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP