Twitter bekukan akun, Al Jazeera anggap sudah direncanakan
Merdeka.com - Akun media sosial berbahasa Arab milik kantor berita swasta Qatar, Al Jazeera, dibekukan sementara oleh Twitter di tengah pertikaian diplomatik dengan negara-negara Liga Arab. Twitter tidak memberikan penjelasan terkait hal itu.
Dilansir dari laman Associated Press, Sabtu (17/6), pembekuan akun Twitter Al Jazeera itu terjadi sejak hari ini. Sebelumnya, sejumlah negara Arab telah lebih dulu memblokir siaran dari stasiun televisi berpusat di Ibu Kota Doha, Qatar.
Al Jazeera menyatakan hal ini adalah serangan terstruktur. Mereka menyatakan beberapa kali mengalami serangan siber sejak pertikaian diplomatik dimulai.
Ketika ditanya soal pembekuan akun Al Jazeera, kantor Twitter di San Francisco tidak memberikan tanggapan. Diketahui salah satu pemodalnya adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, merupakan keluarga kerajaan Arab Saudi.
Arab Saudi dan sejumlah negara Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni lalu. Mereka menuding Qatar mendukung beberapa organisasi dianggap sebagai pelaku teror oleh mereka, antara lain Taliban dan Hamas. Namun, Qatar menolak tuduhan itu.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya