Turki panggil Dubes Jerman, akibat TV siarkan lagu hina Erdogan
Merdeka.com - Pemerintah Turki mengirim protes resmi kepada Jerman atas sebuah lagu yang muncul dalam siaran acara 'Extra3' yang mengudara dari stasiun televisi lokal NDR dua pekan lalu. Duta Besar Jerman Martin Erdmann sudah dipanggil ke Ibu Kota Ankara, dia diberi peringatan agar lagu itu tak lagi disiarkan.
Lagu ini liriknya melecehkan fisik Presiden Recep Tayyip Erdogan. Gaya kepemimpinan Erdogan yang otoriter juga menjadi bahan olok-olok dalam lirik lagu jenaka tersebut. Judul lagunya saja sudah mengundang tawa, yaitu 'Erdowie, Erdowo, Erdogan'.
Contoh lirik yang bikin panas kuping Erdogan seperti ini: "Di Turki wanita memperoleh persamaan hak, hak untuk dipukuli polisi."
Lirik itu merujuk pada penyerbuan polisi ke kantor-kantor surat kabar pengkritik pemerintah beberapa bulan terakhir. Tak sedikit jurnalis perempuan turut dipukul karena menolak memberi jalan polisi masuk. Selain isu kebebasan bicara, sikap otoriter Erdogan, disinggung pula korupsi yang sudah mewabah dalam birokrasi Turki.
BBC melaporkan, Kamis (31/3), langkah pemerintahan Erdogan meminta lagu itu dicabut kepada Dubes Erdmann ternyata memicu kecaman. Kepala Komisi Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, menyesalkan Turki bertindak berlebihan, sampai memanggil Dubes sebuah negara sahabat hanya karena lagu yang sifatnya kritik sosial.
"Tindakan seperti ini, menurut Tuan Juncker, menjauhkan Turki dari prinsip-prinsip Uni Eropa," kata juru bicara Juncker, Mina Andreeva. Sekadar mengingatkan, Turki sampai sekarang masih berharap bisa menjadi anggota Uni Eropa. Demi mempercepat penerimaan negara Benua Biru lainnya, Turki sampai bersedia menampung lebih banyak pengungsi asal Suriah sesuai perjanjian dengan Jerman akhir 2015.

Cuplikan klip lagu kocak Erdowi Erdogan (c) 2016 NDR/Youtube
Lagu itu dibuat oleh tim kreatif acara 'Extra3' meminjam melodi lagu pop terkenal di Jerman. Saat televisi itu mendengar Erdogan marah-marah, mereka justru semakin semangat menyebarluaskan lagu ini ke Youtube. Hingga berita ini dilansir, lagu kocak 'Erdowie, Erdowo, Erdogan' telah ditonton 3,9 juta orang dari seluruh dunia.
Data dari Kementerian Kehakiman Turki, dalam dua tahun terakhir, 1.845 orang telah diajukan ke pengadilan karena menghina simbol negara, dalam hal ini maksudnya adalah mengkritik Presiden Erdogan. Para pesakitan itu terdiri dari politikus, selebritis, sampai anak SMP.
"(Erdogan) menjadi semakin otoriter, tak mau disalahkan. Kritik yang obyektif tapi bernada keras dianggap sebagai penghinaan," ungkap seorang tokoh oposisi yang minta namanya dirahasiakan. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya