Turki minta AS berhenti dukung Milisi Kurdi
Merdeka.com - Turki meminta Amerika Serikat untuk berhenti mendukung Milisi Kurdi yang lebih dikenal dengan nama Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah.
Juru bicara Presiden Turki Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, mengatakan milisi Kurdi menggunakan senjata yang dikirim dari AS untuk menyerang tentara Turki. Saat ini tentara Turki sedang berusaha mengusir kelompok ini dari wilayah Afrin.
Turki menganggap militan Kurdi sebagai teroris, dan simpatisan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang menginginkan Kurdi memisahkan diri dari Turki.
Milisi Kurdi menguasai sebagian besar wilayah timur laut Suriah. Mereka menjadi sekutu utama AS dalam memerangi militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di sana.
Kini Ankara ingin milisi Kurdi membubarkan diri, dan tak ada alasan AS memasok senjata untuk memerangi ISIS. Karena kelompok ekstrimis tersebut sudah bubar.
"Kami tidak bisa mentolerir PKK yang mendirikan semacam struktur negara di sepanjang perbatasan negara kami di Suriah." kata Ibrahim, dilansir dari BBC, Selasa (23/1).
Menanggapi keinginan Turki, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan AS bersedia berkerja sama dengan negara tersebut dalam menangani masalah keamanan di Suriah Utara.
Dia juga menambahkan kalau AS mengakui keinginan Turki untuk melindungi diri dari unsur-unsur teroris, dan mencoba mengusulkan beberapa langkah agar bisa menstabilkan situasi tersebut.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya