Turki dan Israel gelar pertemuan maraton pulihkan hubungan
Merdeka.com - Pemerintah Turki mengabarkan telah melakukan lebih dari dua kali pertemuan dengan Israel selama beberapa pekan terakhir. Tujuan dialog ini untuk menormalisasi hubungan kedua negara yang saling mendiamkan sejak 2010.
Forum dialog ini diumumkan oleh Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, menyusul pertemuan perdana pada Februari lalu di Kota Jenewa, Swiss. "Pertemuan dengan Israel akan berlanjut terus selama beberapa waktu ke depan," ujarnya seperti dilansir Times of Israel, Jumat (8/4).
Ankara mengatakan tidak keberatan menormalisasi hubungan bilateral dengan Negeri Zionis itu. Syaratnya, Israel membuka blokade dari Jalur Gaza. Syarat lain, Negeri Bintang Daud harus resmi meminta maaf atas insiden penyerangan kapal aktivis MV Marmara. Kabarnya permintaan maaf ini sudah dipenuhi. Yang belum sekarang adalah kompensasi bagi keluarga korban para aktivis MV Marmara.
Turki, sebagai anggota NATO, sejatinya sekutu terpercaya Israel di Timur Tengah. Namun, insiden pada 2010 merusak hubungan kedua negara.
Sekadar mengingatkan, serangan Israel ke Kapal Mavi Marmara menewaskan delapan relawan Turki, satu relawan AS, serta melukai 60 pegiat lainnya. Kapal berbendara Inggris itu adalah bagian dari gabungan kapal yang dikirim aktivis gabungan 32 negara untuk membantu rakyat Gaza. Di tengah perjalanan, kapal militer Israel memaksa Mavi Marmara berputar haluan ke pelabuhan Kota Ashdod. Karena para aktivis menolak putar haluan, pasukan Israel menyerbu ke atas kapal menembaki para pegiat.
Davotuglu menyatakan sejauh ini pembicaraan dengan perwakilan Israel berjalan konstruktif. "Jika tawaran kami diterima oleh Israel, langkah selanjutnya sudah jelas, dan pengumuman penting akan disampaikan kepada publik segera," ungkap sang PM.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya