Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tumpas obesitas, warga China kurangi konsumsi daging dan telur

Tumpas obesitas, warga China kurangi konsumsi daging dan telur Ilustrasi daging merah. ©shutterstock.com/Bochkarev Photography

Merdeka.com - Pedoman baru dikeluarkan pemerintah China terhadap warganya demi mengurangi obesitas. Para warga Negeri Tirai Bambu diminta untuk mengurangi konsumsi daging dan telur.

Menurut pemerintah China, langkah ini bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan memperbaiki lingkungan. Pengumuman tersebut dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional.

Hal ini ternyata merupakan kampanye untuk memerangi diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Untuk itu, dibuat peraturan batas harian konsumsi daging dan unggas, ikan, telur dan susu. Untuk daging dan unggas, batas konsumsi hariannya sebesar 75 gram, sementara ikan dan susu mencapai 200 gram per harinya.

Batas harian ini, dilansir dari Shanghaiist, Minggu (29/5), di bawah batas rata-rata yang dianjurkan organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yaitu 300 gram per hari.

Menurut otoritas kesehatan China, persentase anak-anak China yang kelebihan berat badan telah meningkat, dari yang sebelumnya lima persen kini menjadi 20 persen dalam satu generasi. Untuk membendung peningkatan obesitas ini, pejabat kesehatan menganjurkan diet daging dan susu pada anak-anak.

"Kita harap dengan diet daging dan susu, angka obesitas menurun di China, tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan karena tidak baik untuk kesehatan," ungkap pejabat kesehatan masyarakat China.

Jika pengurangan konsumsi daging dan telur benar-benar terjadi, maka industri daging global akan kehilangan pendapatan. Pasalnya, pada 2015, China mengimpor daging sapi dan babi dengan pendapatan masing-masing Rp 18, 3 triliun dan Rp 16,2 triliun.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP