Tukar guling tahanan ISIS-Yordania tinggal hitung waktu
Merdeka.com - Upaya pembebasan seorang wartawan Jepang dan pilot Yordania yang jadi tawanan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berlangsung alot. Pasalnya pemerintah Yordania menolak pertukaran tanpa bukti jika Muath al-Kaseasbeh ditahan.
Batas waktu yang ditentukan ISIS berakhir pada Minggu (1/2).
"Sudah tinggal menunggu waktu," ujar wakil Menteri Luar Negeri Jepang, dilansir dari The Independent, Sabtu (31/1).
Keluarga sang pilot juga belum menerima kabar mengenai kondisi Muath.
"Kami sedang menunggu. Kami belum menerima perkembangan baru dari pemerintah maupun sumber lainnya," kata salah satu kerabat Muath al-Kaseasbeh.
Muath al-Kaseasbeh merupakan pilot Yordania yang melakukan serangan udara bersama dengan Amerika Serikat pada September lalu. Dia ditangkap karena pesawatnya jatuh di area kekuasaan ISIS di Suriah, Desember tahun lalu.
Awalnya ISIS menahan dua warga Jepang dan meminta tebusan Rp 2,5 triliun untuk pembebasan. Hingga batas waktu yang ditentukan, pemerintah Jepang tidak memenuhi permintaan mereka, dan berakibat dipenggalnya salah satu tahanan yang bernama Haruna Yukawa.
Usai eksekusi satu tahanan Jepang, mereka meminta pertukaran tahanan sebagai penawaran pembebasan yang kedua. Mereka meminta tahanan perempuan al-Qaeda Sajida al-Rishawi ditukar dengan Kenji Goto dan Muath.
Sajida merupakan tahanan perempuan al-Qaeda yang mendapat hukuman gantung lantaran ikut berperan serta pada serangan di Amman hingga menewaskan 57 orang pada 2005 lalu.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya