Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tuai kontroversi lewat kontes kartun nabi

Tuai kontroversi lewat kontes kartun nabi geert wilders. ©Daily Mail

Merdeka.com - Politikus anti-Islam asal Belanda, Geert Wilders, tiba-tiba mencuri perhatian pemerintah Indonesia. Pria 54 tahun itu memicu kontroversi lantaran merencanakan kontes menggambar kartun Nabi Muhammad pada November nanti.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghubungi Menteri Luar Negeri Belanda Stephanus Abraham Blok untuk menyatakan keberatan atas rencana kontes itu.

"Kami telah berkomunikasi dengan Menlu Belanda untuk menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam rencana pelaksanaan kontes tersebut," kata Menlu Retno dalam keterangan diterima merdeka.com, Jumat (31/8).

"Rencana (kontes) tersebut merupakan tindakan provokatif dan tidak bertanggungjawab," lanjutnya.

Menlu Retno juga menjelaskan, kegiatan semacam itu bisa membahayakan upaya bersama dalam menciptakan perdamaian, stabilitas dan toleransi antar agama dan peradaban.

"Kebebasan berekspresi adalah suatu hal yang harus dihormati, akan tetapi tidak sampai harus melewati batas. Semua pihak berkewajiban untuk senantiasa memegang teguh prinsip toleransi untuk saling menghormati," tekannya.

Awal pekan ini Perdana Menteri Pakistan baru terpilih, Imran Khan, bahkan mengatakan akan membawa kasus penistaan agama ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah banyak rakyat Pakistan menggelar protes.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyebut perlombaan itu bukan digagas oleh pemerintahannya.

"Wilders bukan anggota pemerintah dan perlombaan itu bukan digagas oleh pemerintah," kata Rutte, seperti dilansir laman Times New News, Senin lalu.

geert wilders

geert wilders ©AFP

Masih di hari yang sama Parlemen Pakistan mengeluarkan resolusi yang mengecam pelaksanaan kontes itu. Negara itu mengajukan protes diplomatik dengan mengatakan lomba semacam itu hanya akan menjelekkan nama Islam.

Wilders mengatakan Juni lalu dia sudah mendata 200 orang yang akan mengikuti perlombaan itu. Pemenangnya akan dipilih di sebuah acara yang digelar di salah satu ruangan dari kompleks parlemen Belanda.

Tiga tahun sebelumnya parlemen Belanda menolak rencana Wilders menggelar pameran kartun anti-Islam di kompleks gedung karena alasan pameran di gedung parlemen harus mengangkat tema peran parlemen dan tidak menyuarakan semangat berpolitik atau memicu kontroversial.

Setelah berbagai tekanan akhirnya Wilders menyatakan bersedia membatalkan kontes itu karena ada ancaman pembunuhan terhadap dirinya.

"Untuk menghindari risiko korban kekerasan Islam, saya memutuskan untuk membatalkan kontes kartun ini," kata politikus oposisi sayap kanan itu dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip dari the Guardian, Jumat (31/8).

Wilders mengaku tidak ingin ada orang yang terancam nyawanya dengan tetap melanjutkan kontes penuh kontroversi tersebut.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP