Trump usul KTT dengan Rusia digelar di Gedung Putih
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta agar Presiden Rusia Vladimir Putin datang ke Gedung Putih untuk menggelar pertemuan puncak antara kedua pemimpin negara tersebut. Hal ini diungkapkan oleh seorang penasihat pemerintahan Rusia.
Ide itu diungkapkan Trump melalui panggilan telepon kepada Putin yang dilakukan bulan lalu, saat Putin memenangkan pemilihan umum di Rusia.
"Trump menelepon Putin bulan lalu untuk memberi selamat atas kemenangannya. Ketika berbicara di telepon, Trump mengusulkan agar keduanya mengadakan pertemuan puncak yang pertama di Washington, Gedung Putih," kata ajudan pemerintah Rusia, Yuri Ushakov, dikutip laman Reuters, Selasa (3/4).
Undangan Trump terhadap Putin untuk ke Gedung Putih dan bukan di lokasi netral memicu kemarahan para kritikus. Sebab mereka menilai Rusia melakukan tindakan permusuhan terhadap negara-negara Barat, termasuk AS.
Selain itu, beberapa mantan anggota tim kampanye Trump saat ini juga sedang diselidiki atas dugaan kerja sama dengan Rusia selama pemilu AS 2016. Namun Trump telah membantah tuduhan tersebut.
Tak hanya itu, AS juga sedang memberi sanksi diplomatik kepada Rusia karena diduga berada di balik peracunan mantan mata-mata Rusia di Inggris. AS mengusir 60 diplomat Rusia dan menutup kantor konsulat Rusia untuk menyikapi kasus peracunan itu.
Namun telah membantah menjadi dalang di balik peracunan dan membalas sanksi diplomatik serupa.
"Dengan di latar-belakangi peristiwa semacam ini, memang sulit untuk mendiskusikan kemungkinan mengadakan KTT. Namun kami yakin bahwa KTT yang diusulkan akan segera dilakukan," ujar Ushakov.
"Kami berharap agar nanti, pada waktu yang tepat, kita bisa menggelar dialog yang serius dan konstruktif," tambahnya.
Meski demikian, pihak AS belum mengonfirmasi undangan yang disampaikan Trump kepada Putin. Namun, keduanya memang sudah membahas sejumlah tempat potensial untuk menggelar pertemuan, termasuk Gedung Putih.
"Kami belum bisa mengeluarkan pernyataan resmi saat ini," ungkap Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya