Trump sebut pesawat EgyptAir meledak di udara oleh serangan teroris
Merdeka.com - Bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump menuturkan pesawat EgyptAir yang hilang dari radar sejak kemarin subuh, diledakkan oleh kelompok teroris.
"Terlihat seperti serangan teroris lagi. Pesawat berangkat dari Paris. Kapan kita akan tangguh, pintar dan waspada? Sungguh keterlaluan!" ucap Trump dalam akun berbagi Twitter @realDonaldTrump, seperti dikutip dari tabloid Mirror, Kamis (19/5).
Pernyataan Trump diunggah beberapa jam sebelum kapal tempur Yunani yang ikut sebagai tim pencari, menemukan dua objek plastik terapung di lautan. Saat yang sama pula, menteri penerbangan Mesir mengungkapkan kemungkinan besar terjadi atas serangan teroris.
Sementara itu, rivalnya dalam bursa capres Presiden, Hillary Clinton, menganggap pernyataan pebisnis terkenal AS itu tidak berdasar.
"Saya tahu bagaimana sulitnya melakukan pekerjaan mencari tersebut. Saya turut berduka atas apa yang terjadi dan saya harap bisa cepat ditemukan. Saya rasa pernyataan dia (Trump) tidak berdasar. Saya telah menyimpulkan dia tidak memenuhi syarat menjadi Presiden Amerika Serikat," seru Clinton.
Tak hanya Clinton, mantan Menteri Pertahanan AS Robert Gates juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, Trump terlalu cepat menyimpulkan adanya hubungan dengan terorisme, sebelum pemerintah Mesir mengungkapkan fakta yang terjadi.
"Pernyataan tersebut terlalu cepat, tidak mendasar. Selalu lebih baik menunggu sampai kamu tahu fakta sebenarnya yang terjadi," katanya.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama sendiri mengumumkan telah melakukan pertemuan dengan pihak Gedung Putih mengenai hilangnya pesawat EgyptAir MS804. Obama menuturkan pihaknya telah menawarkan bantuan pencarian kepada pemerintah Mesir.
Pesawat Airbus A320 milik maskapai EgyptAir dilaporkan hilang dari radar kemarin pada pukul 02.30 waktu Mesir. Burung besi tersebut disebutkan berada di ketinggian 37 ribu kaki di atas permukaan laut, sejauh 16 kilometer dari wilayah udara Mesir.
56 Penumpang, termasuk di antaranya dua bayi dan satu anak-anak, serta 10 kru pesawat masih belum diketahui keberadaannya.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya