Trump revisi ucapan, muslim bebas masuk AS kecuali dari negara teror
Merdeka.com - Bakal Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merevisi usulan soal larangan orang beragama Islam masuk ke negaranya. Umat muslim dari negara manapun akan bebas berkunjung seandainya nanti dia terpilih menjadi presiden.
Hanya saja, pemeriksaan ekstra akan diberikan kepada umat muslim dari negara dengan risiko tinggi. Pernyataan itu disampaikan Trump saat diwawancarai khusus surat kabar the Daily Mail, Sabtu (25/6) di tengah lawatan ke Skotlandia.
"Terutama orang Islam dari negara-negara yang sering mengalami insiden terorisme," ujarnya.
Saat ditanya apa definisi negara mayoritas Islam berisiko teror tinggi, Trump menolak menjabarkannya secara detail. "Itu sudah jelas kok, anda hanya perlu memeriksa lebih detail," tukasnya.
Dengan demikian, Trump memastikan tidak bakal melakukan larangan masuk sementara bagi semua orang beragama Islam ke AS. Dia mengatakan usulan kebijakannya dulu itu akan diganti penambahan wewenang bagi Kantor Imigrasi memeriksa latar belakang setiap pemegang visa. Termasuk menahan serta menginterogasi motivasi seseorang masuk ke wilayah Negeri Paman Sam.
"Orang Islam dari negara teror bahkan boleh masuk, asal sudah diperiksa luar dalam," kata Trump.
Jika merujuk Kementerian Luar Negeri AS, sejauh ini cuma Iran, Sudah, serta Libya yang masuk daftar negara pendukung terorisme. Warga dari tiga negara itu sulit sekali masuk ke AS tanpa aplikasi visa khusus. Belakangan Arab Saudi juga hendak dimasukkan ke daftar negara teror oleh Kongres AS.
Trump, sebagai bakal capres terkuat Partai Republik, sebelumnya berulang kali mengusulkan larangan muslim masuk AS dalam jangka waktu tertentu. Selepas insiden penembakan massal klub gay di Kota Orlando pertengahan Juni lalu, Trump kembali melontarkan tudingan pada komunitas muslim.
"Saya berulang kali mengatakan kejadian seperti (Orlando) akan terjadi, dan ke depan kejadian seperti ini hanya akan memburuk," kata Trump.
Konglomerat kasino dan properti ini lantas mengingatkan publik agar mendukung agendanya menerapkan pembatasan akses masuk imigran beragama Islam. Trump menuding anak imigran, sekalipun tumbuh besar di AS tetap berisiko besar terlibat aksi teror.
"Kita tidak akan punya jalan untuk menyaring setiap imigran, bahkan mencegah generasi kedua mereka melakukan tindakan radikal," kata Trump.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya