Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Trump jadi presiden lebih bahaya dari perang Laut China Selatan'

'Trump jadi presiden lebih bahaya dari perang Laut China Selatan' Bakal Capres AS Donald Trump. ©gawker

Merdeka.com - Lembaga Kajian Economist Intelligence Unit (EIU) melansir perbandingan isu-isu yang mengancam stabilitas pasar keuangan global serta memicu gelombang gangguan keamanan serius. Berada di urutan pertama dari daftar risiko-risiko itu, adalah kemungkinan Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat.

EIU yang berpusat di Inggris bahkan menyebut risiko global dipicu 'Presiden Trump' lebih parah daripada pecah perang di Laut China Selatan atau Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa.

BBC melaporkan, Jumat (18/3), faktor membuat sosok Trump berbahaya dalam kajian EIU adalah rencana kebijakan yang selalu berubah-ubah. Politikus pemilik bisnis kasino dan properti itu sampai sekarang tak pernah menjabarkan detail apa saja program pemerintah seandainya terpilih jadi presiden AS.

"Kalaupun ada ide-ide dari Trump yang diumumkan pada publik, pada momen kampanye berbeda seringkali direvisi," tulis laporan EIU.

Risiko terpilihnya Trump menjadi presiden AS berada dari skala 12, dari angka 1 sampai 25. Sebagai perbandingan, skenario yang lebih buruk dari Trump menguasai Washington D.C adalah ambruknya ekonomi China, yang memperoleh skor 20 dari EIU.

Trump sangat anti perdagangan bebas, menolak perjanjian NAFTA yang mengikat negara-negara Amerika Utara, sangat memusuhi China dengan menyebut Beijing sebagai tukang manipulasi mata uang, serta siap memicu perang dingin lawan Meksiko, jika benar Trump ingin mendeportasi semua imigran gelap dari negara tetangganya itu.

Ini belum mempertimbangkan komentar rasis Trump terhadap penduduk muslim, di dalam maupun luar AS. "Jika Trump terpilih, kelompok jihad akan memiliki alasan dan motivasi baru merekrut anggota, lantas meningkatkan ancaman teror bagi seluruh dunia," tulis EIU.

Hingga pertengahan Maret 2016, Trump adalah bakal calon presiden terdepan dalam konvensi Partai Republik. Dia unggul dari pesaingnya yang tersisa seperti Ted Cruz dan John Kasich. Kemungkinan besar, Trump bakal melawan Hillary Clinton, dari Partai Demokrat, pada Pemilu 11 November mendatang.

EIU memprediksi, Trump tidak terlalu disukai bahkan oleh kalangan Republikan. "Kami melihat ide-idenya yang radikal akan terhambat di Kongres," tulis lembaga think-thank berhaluan liberal ini. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP