Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Trump ingin hadiri pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

Trump ingin hadiri pembukaan Kedubes AS di Yerusalem Presiden AS Donald Trump bersama PM Israel Benjamin Netanyahu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin melihat pembukaan Kedutaan Besar AS yang baru di Yerusalem. Pengakuannya itu diungkapkan di depan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih kemarin.

"Kami ingin datang untuk melihat. Jika saya bisa, saya akan melakukannya." kata Trump, seperti dilansir dari laman Reuters, Selasa (6/3).

Trump akan mempertimbangkan melakukan kunjungan untuk kedua kalinya ke Yerusalem sebagai presiden. Terutama saat pembukaan kedutaan AS yang direncanakan pada bulan Mei 2018.

Keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem malah membuat kondisi semakin runyam. Perundingan damai di Timur Tengah menjadi terhenti.

Awalnya pemerintah AS masih membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun untuk memindahkan Kedubes AS ke Yerusalem. Namun sekarang pemerintah AS bertekad melakukan pemindahan itu. Rencana ini mulai terlihat dari pengumuman sebuah rencana tentang fasilitas konsuler AS di Kedubes AS di Yerusalem nantinya.

Seperti dilansir dari laman CNN, pembangunan Kedubes AS di Yerusalem, menurut Trump, memakan dana hingga USD 250.000, sekitar Rp 3,4 miliar. Ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan usulan dana senilai USD 1 miliar , sekitar Rp 13 triliun yang pernah dia katakan.

Setelah membuka kedutaan AS yang baru pada bulan Mei, AS akan membangun ruang kantor tambahan di fasilitas konsuler pada akhir tahun 2019.

Namun, tempat itu juga bersifat sementara, karena AS masih mengidentifikasi letak kedutaan dan membangun kedutaan permanen di Yerusalem.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP