Trump dan Hillary makin unggul dalam bursa pemilihan Capres AS
Merdeka.com - Bakal Calon Presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton dan Donald Trump, berjaya dalam pemilihan internal partai masing-masing serentak kemarin yang kerap dijuluki Super Tuesday. Dengan demikian, peluang kedua politikus itu mewakili Partai Demokrat dan Republik bertarung merebut kursi di Gedung Putih, semakin besar.
Channel News Asia melaporkan, Rabu (2/3), Clinton dilaporkan memenangkan pemilihan internal partai di Negara Bagian Alabama, Tennessee, Virginia, Arkansas, serta Georgia. Hillary hanya menang tipis atas lawannya, Senator Bernie Sanders, di Massachusetts dan Oklahoma.
Demikian pula Trump, yang memenangkan nyaris seluruh 12 negara bagian. Sang miliarder mengucapkan terima kasih kepada para pendukung setianya melalui akun Twitter.
Hillary, istri mantan presiden Bill Clinton, meyakini suara pemilih semakin mantab melalui Super Tuesday. "Kader Demokrat telah merubuhkan semua perbedaan untuk bangkit bersama-sama," ujarnya.
Super Tuesday adalah rangkaian pemilihan internal yang sangat menentukan keberhasilan seorang kandidat maju dalam pemilihan presiden di AS. Ada ribuan delegasi yang bisa diperoleh dari kaukus dan primary yang digelar serentak itu. Partai Demokrat mengharuskan bakal calon presiden meraih 2.382 nominasi kader agar seseorang dapat menjadi kandidat utama. Sedangkan Partai Republik mempersyaratkan 1.237 delegasi.
Sejauh ini Trump telah mengantungi 221 dukungan delegasi dari Super Tuesday, meninggalkan pesaing terdekatnya Senator Ted Cruz (69) dan Marco Rubio (41). Sementara Hillary telah meraup 883 nominasi, semakin meninggalkan Sanders yang cuma mendapat 232 dukungan delegasi kader Demokrat.
Dengan kemungkinan kuat akan berhadapan melawan Trump pada pemilu 8 November mendatang, Hillary optimis bisa menguasai Gedung Putih. "Saya mempersiapkan diri menghadapi siapapun yang diusung oleh Partai Republik nantinya," kata Hillary.
Melesatnya Trump menjadi fenomena tersendiri, yang bahkan tidak dipahami oleh petinggi Partai Republik. Pengusaha kasino dan properti tajir itu tidak disukai bahkan oleh sesama kandidat Partai Republik, Nyatanya Trump terus melaju dalam pemilihan internal. Kendati begitu, jajak pendapat ORC menyatakan, jika pemilu presiden digelar saat ini juga, Hillary atau Sanders dari Demokrat akan mudah mengalahkan Trump. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya