Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Trump bakal buat kebijakan baru larang warga negara tertentu ke AS

Trump bakal buat kebijakan baru larang warga negara tertentu ke AS Donald Trump. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Perintah eksekutif Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pertama, mengenai larangan warga negara tertentu masuk Amerika Serikat, ditangguhkan hakim federal Washington. Menyayangkan hal itu, Trump kini tengah mempertimbangkan untuk membuat perintah eksekutif baru.

Masih dengan 'tema' sama, direncanakan perintah eksekutifnya kali ini akan melarang warga negara tertentu untuk bepergian ke AS. Hal ini diungkapkan Trump kepada para awak media dari dalam pesawat kepresidenan AS, Air Force One.

Dilaporkan BBC, Sabtu (11/2), perintah baru ini akan dikeluarkan secepatnya, pada Senin atau Selasa pekan depan. Meski demikian, masih belum jelas perintah imigrasi ini akan terlihat seperti apa.

Kepada wartawan, Trump mengaku akan mengubah 'sedikit' dari perintah eksekutif sebelumnya. Sayangnya, mantan pengusaha properti itu tidak merinci setiap larangan atau perintah baru yang tengah dipertimbangkan.

Meski demikian, pada Jumat kemarin, tim pemerintahan Trump masih mengejar kasus di pengadilan atas penangguhan perintah eksekutif yang pertama.

"Kami akan memenangkan pertempuran itu," kata Trump.

Trump menyayangkan penangguhan yang terjadi karena seperti membuang-buang waktu untuk menjadikan Amerika Serikat 'bangkit kembali'.

Perintah eksekutif Trump pertama yang berisi larangan perjalanan bagi tujuh negara mayoritas muslim, telah membuat kekacauan di seluruh bandara di seantero penjuru AS. Perintah ini diresmikan sepekan usai dia dilantik jadi Presiden AS.

Dia melarang warga dari tujuh negara mayoritas muslim, seperti Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

(mdk/che)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP