Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tony Abbott: Budaya Barat lebih superior dibanding Islam

Tony Abbott: Budaya Barat lebih superior dibanding Islam Mantan Perdana Menteri Australia Tony Abbott. (c) heraldsun.com.au

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, mengatakan masyarakat Barat tidak perlu berusaha menoleransi keberadaan komunitas agama yang membahayakan stabilitas nasionalnya. Dalam opini yang dimuat Sydney Daily Telegraph hari ini, Rabu (9/12), Abbott secara khusus menyerang peradaban Islam yang dianggapnya bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror skala global.

Politikus Partai Liberal Australia itu menuding teologi Islam bermasalah, karena tidak memisahkan antara agama dan pemerintahan sekuler. Imbasnya, menurut Abbott, ekstremisme merebak di negara-negara mayoritas muslim, menyebabkan kemakmuran tak pernah mampir ke negara-negara itu.

Berdasarkan fakta itu, Abbott mengajak warga Australia dan penduduk negara Barat lainnya yang berasaskan demokrasi, agar tidak malu-malu menyatakan diri lebih beradab dari pemeluk Islam.

"Kita harus tegas menyatakan bahwa nilai-nilai Barat membuat bangsa kita menikmati kebebasan, keadilan hukum, serta kesejahteraan di muka bumi ini," tulis Abbott, seperti dilansir ulang oleh Channel News Asia.

"Tidak ada salahnya mengingatkan warga Australia agar loyal pada budaya kita, budaya Barat. Nyatanya budaya antar bangsa itu memang tidak setara. Ada yang menjadi makmur karenanya, dan ada yang tidak," imbuh Abbott.

Politikus yang digulingkan Malcolm Turnbull dari posisi PM pada 14 September lalu ini sekaligus mengingatkan rakyat Negeri Kanguru bahaya teror agama. Abbot mengatakan enam kali serangan bermotif teror di negara mereka, semuanya dilakukan pelaku berlatar Islam.

Tulisan Abbott menuai kecaman sesama politikus. Petinggi Partai Buruh Australia, Ed Husic, mengatakan tulisan itu berisiko menyulut perpecahan masyarakat.

"Politikus konservatif seharusnya memikirkan ulang kata-kata yang mereka pilih. Bangsa ini harus bekerja sama melawan teror, jangan sampai kita terpecah belah," kata Husic, seorang keturunan Bosnia.

Pemimpin Partai Hijau Australia, Richard Di Natale, menyatakan pandangan Abbott tidak mewakili mayoritas rakyat Negeri Kanguru. Dia bersyukur Abbott sudah disingkirkan dari pemerintahan oleh koleganya sesama Partai Liberal.

"Melihat komentarnya (soal Islam), memang ada berkah tersendiri melihat Abbott menghilang dari panggung politik Australia. Dia tidak pernah bicara mewakili mayoritas rakyat negara kita," kata Di Natale.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP