Tolak tinggalkan Suriah, warga Indonesia harus teken surat
Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan pihaknya akan meminta warga Indonesia menolak meninggalkan Suriah untuk meneken surat pernyataan memilih tetap di negara itu.
"Memang betul ada warga negara Indonesia tetap bertahan di Suriah atas inisiatif sendiri," kata Marty kepada wartawan usai bertemu menteri luar negeri Belarusia di kantornya, Jakarta, Senin (11/6). Dia mengakui memang sulit memulangkan seluruh warga Indonesia dari negara itu. Selain jumlah mereka banyak (sekitar 12 ribu), pihak-pihak bertikai mempersulit pergerakan semua orang.
Situasi keamanan di Suriah, termasuk Ibu Kota Damaskus, makin tidak kondusif. Konflik bersenjata antara rezim basyar al-Assad dan tentara pemberontak kian sengit. kedua pihak tidak mempedulikan rencana perdamaian yang diajukan Kofi Annan, utusan khusus Perserikatan bangsa-Bangsa sekaligus Liga Arab. Mantan sekretaris jenderal PBB ini pun mengakui misi perdamaian di Suriah sudah gagal.
Marty menjelaskan pemerintah telah menyiapkan dua wisma buat menampung warga Indonesia akan dipulangkan. Bila tidak mungkin langsung Damaskus, pemulangan dilakoni melalui jalur darat di negara-negara tetangga, seperti Libanon, Turki, dan Yordania.
Ia menegaskan pemerintah tidak mau terlalu turut campur dalam konflik di Suriah. Sebab itu, dia menegaskan pemerintah tidak akan mengusir diplomat Suriah di Jakarta, seperti langkah telah diambil sejumlah negara-negara Barat.
Dia mengungkapkan pihaknya telah memanggil Kuasa usaha Suriah Bassam al-Khatib. Pada kesempatan itu, pemerintah menyampaikan keprihatinan sekaligus harapan agar pertikaian bisa diselesaikan lewat perundingan. Jakarta juga meminta Damaskus membantu evakuasi warga Indonesia dari sejumlah lokasi konflik. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya