Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tolak Herd Immunity, Begini Strategi Singapura Hadapi Pandemi Covid-19

Tolak Herd Immunity, Begini Strategi Singapura Hadapi Pandemi Covid-19 Malaysia lockdown picu panic buying di Singapura. ©REUTERS/Edgar Su

Merdeka.com - Singapura Tolak Terapkan "Herd Immunity", Akan Gelar Tes Massal Bagi Seluruh Pekerja Asing

Singapura menolak "herd immunity" atau kekebalan kawanan sebagai strategi melawan pandemi virus corona dan mensinyalir akan tetap berupaya menghentikan penularan sampai vaksin telah ditemukan.

"Ini harga yang terlalu mahal yang harus kita bayar," kata Direktur Pelayanan Medis Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak, dalam konferensi pers pada Selasa, dilansir dari Bloomberg, Kamis (14/5).

Dengan ratusan kasus-kasus baru yang terus bertambah setiap hari, Singapura memilih strategi pengujian atau tes yang lebih agresif, menyaring secara selektif mereka yang memiliki gejala Covid-19.

Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas tes lima kali lipat, dari sekitar 8.000 menjadi 40.000 tes dalam sehari pada akhir tahun ini.

tolak herd immunity, begini strategi singapura hadapi pandemi covid-19Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemerintah mengumumkan rencana memperbanyak tes karena tengah berupaya membuka kembali perekonomian yang telah terpukul karena lockdown. Beberapa tempat kerja dan pelayanan, termasuk salon rambut, binatu dan toko makanan hewan diizinkan untuk buka kembali pada Selasa, sementara kelompok siswa tertentu akan diizinkan kembali ke sekolah mulai pekan depan.

Herd immunity terbentuk jika cukup banyak orang dalam suatu komunitas mengalami kekebalan karena menderita penyakit terdahulu atau karena vaksinasi. Para peneliti harus mengembangkan vaksin yang terbukti aman dan efektif melawan virus corona, dan otoritas kesehatan harus memberikannya kepada jumlah orang yang cukup.

Mencapai "herd immunity melalui infeksi alami akan sangat sulit dan akan menghasilkan sejumlah besar infeksi dan komplikasi," jelas Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Singapura, Vernon Lee.

"Kita harus menunggu keluarnya vaksin yang ampuh," lanjutnya dalam konferensi pers Selasa.

Wabah di Asrama Pekerja

asrama pekerjaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara jumlah kasus dalam komunitas yang lebih luas terus menurun, wabah di antara pekerja migran berupah rendah yang tinggal di asrama sempit telah menyebabkan Singapura mencatat kasus virus terbesar di Asia. Pada Selasa, Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi 884 kasus baru, sebagian besar dari mereka di asrama, sehingga total kasus lebih dari 24.000.

Komandan Gugus Tugas Antar Lembaga, Brigjen Seet Uei Lim mengatakan, tingkat infeksi di asrama mulai stabil.

Pemerintah menciptakan "blok bersih" bagi pekerja migran yang telah sembuh agar dapat kembali bekerja ketika tempat kerja mereka mulai beroperasi kembali secara bertahap sampai rantai penularan terputus.

Tes Massal Seluruh Pekerja Asing

seluruh pekerja asingRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut Menteri Pembangunan Singapura, Lauren Wong, pada akhir Mei, 20.000 pekerja asing akan siap untuk keluar dari fasilitas perawatan. Semua pekerja asing yang jumlahnya lebih dari 300.000 akan menjalani tes Covid-19.

“Kami terus mengetes banyak pekerja, termasuk yang tidak menunjukkan gejala,” kata Wong.

Program ini merupakan bagian dari proses membersihkan asrama secara sistematis.

Tes massal pekerja asing ini akan dilakukan melalui tes swab massal dan tes serologi. Tes serologi akan diterapkan di asrama dengan tingkat infeksi yang tinggi.

Pekan lalu, para pejabat mengatakan pemerintah sedang mengetes kelompok-kelompok rentan seperti penduduk dan staf panti jompo, pekerja medis garis depan dan para tunawisma.

Program tes massal juga akan memprioritaskan pekerja migran dan mereka yang bekerja di jasa layanan penting seperti pengelolaan limbah, logistik dan keuangan.

Kendati Singapura memperluas upaya tes massal, metodenya berbeda dari tes massal yang diadopsi oleh negara-negara seperti Korea Selatan, di mana orang dapat mengajukan permintaan sendiri untuk dites.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP