Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tokoh oposisi Rusia dibunuh, Putin dituding terlibat

Tokoh oposisi Rusia dibunuh, Putin dituding terlibat Tokoh oposisi Rusia Boris Nemtsov baru saja ditembak mati. ©2015 Merdeka.com/The Economist

Merdeka.com - Jumat malam waktu setempat atau Sabtu (28/2) dini hari, politikus oposisi Rusia Boris Nemtsov ditembak mati sekelompok orang di Jembatan Bolshoy Kamenny, Kawasan Kremlin, Ibu Kota Moskow.

Merujuk surat kabar the Washington Post, mantan wakil perdana menteri itu ditembak lebih dari dua orang dari mobil warna putih yang sejak awal memepetnya. Mendiang diterjang timah panas berkali-kali pada pukul 23.40 waktu setempat.

Nemtsov saat kejadian sedang jalan-jalan bersama seorang perempuan. Teman dekat sang politikus itu dilaporkan selamat.

Media massa internasional banyak mengaitkan pembunuhan ini atas posisi Nemtsov sebagai salah satu pengkritik keras Presiden Vladimir Putin. Sejak 2010, dia beberapa kali ditangkap polisi karena berunjuk rasa melawan pemerintah yang dituding korup dan berperang untuk motif ekonomi.

boris nemtsov

ABC News, Fox News, NBC, atau Sky News menduga pembunuhan ini ada kaitannya dengan rencana Nemtsov menggelar unjuk rasa akhir pekan ini.

Lewat akun Twitter, pemimpin Partai RPR-Parnassus itu menyerukan seluruh kelompok anti-Putin di Rusia bersatu menghentikan perang melawan Ukraina. "Jika anda mendukung upaya menghentikan agresi Putin ke Ukraina, datang ke Maryino, Moskow pada 1 Maret mendatang," kata Nemtsov beberapa jam sebelum ditembak mati.

Saat diwawancara oleh situs berita berbahasa Rusia, Sobesednik, Nemtsov sudah menduga jiwanya dalam bahaya. "Saya takut putin akan membunuh saya," tuturnya dalam wawancara 10 Februari lalu.

Pemimpin dunia mengecam insiden tersebut. Banyak juga yang mendesak Rusia transparan dalam kasus pembunuhan Nemtsov.

"Saya merasa ngeri pemimpin oposisi utama Rusia ditembak mati. Pembunuhnya harus dibawa ke pengadilan," kata Sekretaris Jenderal Dewan Uni Eropa Thorbjorn Jagland.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama turut mengecam kejadian tersebut. Dia menganggap yang dialami Nemtsov adalah pembunuhan brutal. "Pemerintah Rusia perlu menggelar investigasi cepat, independen, dan transparan untuk mengungkapnya," kata Obama.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP