Tim ahli di Turki selidiki serangan gas kimia di Suriah
Merdeka.com - Sebuah tim ahli dari pengawas senjata kimia diberangkatkan ke Turki untuk menyelidiki serangan gas kimia di Suriah yang terjadi di Kota Khan Sheikhoun, 4 April lalu. Peristiwa itu menewaskan 87 warga sipil, termasuk anak-anak.
Kantor berita Reuters melaporkan, Kamis (13/4), Organisasi untuk Pencegahan Senjata Kimia (OPCW) di Hague, Belanda, akan mengumpulkan sampel dan mewawancarai para korban selamat.
OPCW akan menentukan apakah penggunaan senjata kimia itu benar terjadi atau tidak. OPCW tidak akan memutuskan siapa yang bersalah. Proses penyelidikan yang akan berlangsung 3-4 pekan ini hasilnya akan diserahkan kepada tim gabungan PBB dan OPCW yang bertugas menentukan pihak mana yang memakai serangan gas kimia itu.
Sebelumnya para penyelidik sudah mengatakan dalam serangan gas kimia itu terdapat unsur gas klorin, sarin, belerang.
Serangan gas kimia di Khan Sheikhoun perbatasan Turki itu menjadi yang terburuk sejak serangan gas sarin pada 21 Agustus 2013 yang menewaskan ratusan warga di pinggiran Damaskus.
Menanggapi tudingan yang menyebut militer Suriah pelaku serangan gas kimia di Kota Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallim dalam jumpa pers di Damaskus pekan lalui mengatakan militer Suriah tidak pernah dan tidak akan menggunakan senjata kimia, bahkan terhadap kelompok teror.
"Saya tekankan sekali lagi, militer Suriah tidak dan tidak akan menggunakan senjata semacam ini--bukan saja terhadap warga sipil kami tapi juga kepada kelompok teror yang menyerang warga kami dengan mortir," kata dia, seperti dilansir laman NDTV, Kamis (6/4).
"Serangan udara pertama yang dilakukan militer Suriah terjadi pukul 11.30 hari itu (Selasa) dan mengenai gudang milik kelompok al-Nusra (pemberontak) yang berisi senjata kimia," kata dia.
Ketika ditanya apakah dia bisa memberikan bukti militer Suriah tidak terlibat dalam serangan itu, Muallim mengatakan: "Bagaimana saya bisa ke Khan Sheikhun kalau masih dikuasai Al-Nusra?"
Militer Suriah Selasa lalu sudah membantah tudingan mereka menggunakan senjata kimia di kota itu dan Rusia mengatakan bahan kimia beracun disebarkan setelah militer Suriah mengebom gudang milik kelompok teroris di sana.
Muallim menuturkan, diperlukan penyelidikan yang dijamin tidak dipolitisasi dalam insiden ini yang harus dilakukan oleh Damaskus, bukan oleh negara lain seperti Turki.
"Kami sudah memberikan bukti kepada PBB dan Organisasi untuk Pencegahan Senjata Kimia (OPCW) dengan data intelijen yang memperlihatkan bahan kimia didatangkan dari Irak ke Suriah dan dari Turki ke Suriah," kata dia. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya