Tiga WNI Dipastikan Tewas Akibat Jembatan Ambruk di Taiwan
Merdeka.com - Tujuh warga negara Indonesia (WNI) jadi korban jembatan ambruk di Kota Nanfang'ao, Yilan, Taiwan dua hari lalu. Tiga di antaranya dilaporkan tewas, dua jasad sudah ditemukan kemarin dan satu lagi dievakuasi tak lama setelahnya.
"Satu WNI ABK yang hilang telah ditemukan dalam keadaan meninggal. Dengan demikian, seluruh 3 (tiga) WNI ABK yang hilang telah ditemukan," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Joedha Nugraha dalam keterangan tertulisnya, yang Liputan6.com muat Rabu (3/10).
"Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dan Kemlu RI akan fasilitasi repatriasi dan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan para korban," kata Joedha.
Joedha memaparkan, dari ketujuh WNI yang terdampak --selain tiga yang meninggal, 4 orang lainnya dilaporkan dalam kondisi terluka.
Laman Time melaporkan, satu jasad lagi ditemukan dan diidentifikasi sebagai warga Filipina.
Central News Agency Taiwan mengutip sebuah agen tenaga kerja yang merekrut para pekerja, menyebutkam bahwa 10 orang dibawa ke rumah sakit dengan luka-luka, termasuk pengemudi truk tanker asal Taiwan. Sembilan lainnya adalah nelayan Filipina dan Indonesia, dengan satu WN Indonesia dalam kondisi serius.
Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab jembatan yang dibangun tahun 1998 itu roboh.
Taiwan memiliki industri perikanan yang besar, dan mayoritas pekerjanya adalah imigran bergaji rendah dari negara-negara seperti Filipina, Indonesia, dan Vietnam.
Menteri Transportasi Lin Chia-lung mengatakan Jaksa penuntut telah memerintahkan penyelidikan tentang penyebab insiden itu.
Ia juga menambahkan jembatan itu masih berusia 50 tahun yang diperkirakan masih (layak pakai).
"Kondisi cuaca terkini, gempa bumi dan penilaian jembatan sebelumnya akan dipertimbangkan. Kami akan sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan," ucap Menteri Transportasi Taiwan
4 WNI luka dan 3 tewas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenurut Joedha, ada tujuh warga negara Indonesia (WNI) jadi korban jembatan ambruk Taiwan dengan rincian 4 orang terluka dan tiga lainnya hilang -- kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban meninggal adalah Wr, usia 29 tahun, asal Cirebon; Er, usia 32 tahun, asal Indramayu; MD, usia 28 tahun, asal Pemalang," tutur Joedha Nugraha dalam keterangan tertulisnya yang Liputan6,com muat Kamis (3/10).
Joedha mengatakan, KDEI Taipei dan Kemlu RI akan memfasilitasi repatriasi dan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan para korban.
"Jadi korban WNI luka: 4 orang dan korban WNI meninggal: 3 orang," tegas Joedha.
Identitas WNI yang jadi korban
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMedia Focus Taiwan menyebut, pihak berwenang setempat telah menemukan lima jasad nelayan migran -- tiga diidentifikasi WNI dan dua dari Filipina.
Media Focus Taiwan menyebut, pihak berwenang setepat telah menemukan lima jasad nelayan migran -- tiga diidentifikasi WNI dan dua dari Filipina.
"Para korban diidentifikasi sebagai Wartono dari Indonesia berusia 29 tahun, Andree Serencio dari Filipina berumur 44 tahun, Ersona warga Indonesia berusia 32 tahun, George Impang asal Filipina usia 46 tahun, dan Mohamad Domiri dari Indonesia dengan usia 28 tahun," menurut Yilan Emergency Operation Center.
Menurut Yilan Emergency Operation Center, nelayan migran terakhir yang masih hilang adalah warga Filipina berusia 29 tahun bernama Romulo Escalicas.
Tseng Yen-pu, perwakilan dari agen tenaga kerja Sang Yi International Co., Ltd., broker untuk para nelayan di Taiwan, mengatakan mereka tidak dilindungi oleh asuransi kecelakaan kelompok.
Sementara itu, ditanya tentang langkah-langkah responsnya setelah insiden itu, Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Manila (MECO) mengatakan kepada media CNA bahwa prioritas utamanya adalah menemukan orang Filipina yang hilang.
Reporter: Tanti Yulianingsih
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya