Tiga petinggi kampus di China dicopot karena hidup mewah
Merdeka.com - Tiga petinggi Universitas Komunikasi China, yang merupakan kampus pelat merah, dicopot dari jabatannya. Mereka dianggap menjalankan gaya hidup mewah, tidak menaati edaran Partai Komunis. Pemecatan ini adalah kebijakan keras kesekian dari Presiden Xi Jinping dalam memberantas korupsi.
"Kesimpulan dari pemecatan jajaran petinggi kampus dikarenakan sikap mereka yang melanggar aturan. Tidak peduli posisi dan jabatan. Seberapa banyak yang terlibat, kami akan investigasi hingga tuntas," tulis koran the Peple's Daily, seperti dikutip the Guardian, Rabu (25/11).
Salah seorang sosok yang dicopot dari jabatan petinggi kampus adalah Rektor Chen Wenshen. Dalam kasusnya, sepulangnya dari studi banding di Brazil, Chen mendesak pelajar harus belajar giat untuk mengabdi pada bangsa negara serta almamaternya. Namun, hal itu berkebalikan dengan perilakunya yang menggunakan 'mobil mewah' dan tagihan berlebih yang tidak seimbang dengan pengaturan keuangan.
Selain Chen, nama Su Zhiwu juga disebut memalukan ranah pendidikan China. Menurut Kantor Berita Xinhua, Su mencatut hadiah yang diberikan kepada Kampus untuk dipajang di ruangannya tanpa memberitahu hal tersebut ke pihak universitas.
Orang dinas pendidikan ketiga yang diberhentikan dari jabatannya adalah Wakil Kepala Sekolah Lv Zhisheng. Dia dinilai gagal berhemat dan memiliki catatan pengeluaran berlebih dari nilai anggaran.
Diketahui, ukuran kinerja buruk PNS di China adalah bermalas-malasan, tidak kompeten dengan bidang kerjanya, serta terbukti korup. Aturan untuk menyikat PNS dan pejabat malas tersebut akan diselaraskan dengan UU Pidana. Artinya, para abdi negara China bisa diseret ke pengadilan bila terbukti melanggar aturan.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya