Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tidak terima disebut anak haram, Ketut perkosa penumpang kapal

Tidak terima disebut anak haram, Ketut perkosa penumpang kapal Ketut Pujayasa. onenewspage.com

Merdeka.com - Ketut Pujayasa, pelaku pemerkosaan seorang penumpang kapal pesiar Holland America, mengatakan kepada polisi dia memutuskan untuk menyerang wanita tidak disebutkan namanya itu setelah korban menghina dirinya.

Ketut mengatakan insiden bermula ketika dia sedang mengantarkan sarapan buat korban. Ketika itu dia sudah mengetuk pintu kamar korban sampai tiga kali, sebelum akhirnya korban mengetahui ada yang mengetuk kamarnya dan mengatakan, 'Tunggu sebentar, anak haram!', seperti dilansir surat kabar the Sun Sentinel, Rabu (19/2).

"Ketut menyatakan bahwa komentar penumpang itu dengan mengatakan 'anak haram' sangat menyinggung dirinya dan orangtuanya. Dia marah dan kesal sepanjang hari," kata Agen Khusus FBI, David Nunez, dalam sebuah laporan.

Malamnya, Ketut kembali ke kabin dan mengetuk pintu kamar korban, tetapi tidak ada jawaban.

"Dia (Ketut) menyatakan bahwa dirinya kemudian berjalan ke dek Lido di dek 9 dalam upaya untuk mencari korban dari kabin yang menghina dia untuk memukul korban lantaran menghina dia pagi itu. Namun, saat dia mendekati dek 9, dia menyadari saat itu dek sudah terlalu ramai dan memutuskan untuk pergi," ujar David.

"Sebaliknya, Ketut kembali ke kabin wanita dan menggunakan kunci utama perusahaan yang dimilikinya agar dapat masuk ke kamar korban, meskipun dia sedang tidak bertugas," ucap pihak berwenang.

Ketut mengatakan kepada agen FBI bahwa dia bersembunyi di balkon dan tertidur di sebuah kursi di sana. Ketika korban kembali, Ketut lalu masuk ke dalam kamarnya dan mulai mencekik dan memukul korban. 

Dia mengatakan dirinya menyerang korban dengan beberapa barang, termasuk komputer jinjing dan menggunakan kabel telepon serta kabel alat pengeriting rambut untuk mencoba membungkam teriakan minta tolong korban.

"Korban kemudian terus melawan dengan segala cara, termasuk memukul alat kelamain Ketut ketika pelaku mengeluarkan alat kelaminnya, serta memanfaatkan pembuka botol untuk menusuk dia," kata polisi mengutip perkataan Ketut.

Tidak berhasil membungkam korban, Ketut mengatakan kepada penyidik bahwa dia mencoba untuk menyembunyikan aksinya itu dengan mencoba melempar korban ke laut, lantaran tahu bahwa saat itu kapal sedang bergerak dan setiap upaya untuk menemukannya akan sangat sulit dalam kegelapan.

Ketut mengatakan dia berhenti menyerang korban karena seseorang terus-menerus mengetuk pintu kabin wanita itu.

Alhasil Ketut kemudian kabur dari kabin dengan cara melompat dari balkon satu ke balkon lainnya di sepanjang bagian luar kapal dan, masih dalam keadaan tidak memakai celana, masuk ke dalam kabin lainnya serta melarikan diri ke bagian dalam kapal.

Ketika dia kembali ke kabin stafnya, Ketut mengatakan kepada teman sekamarnya untuk menghubungi petugas keamanan kapal karena dia telah membunuh seorang penumpang.

"Ketut kemudian ditahan di kapal, sesuai dengan kebijakan jalur pelayaran, sampai dia kembali ke Port Everglades, sebuah pelabuhan di Wilayah Broward, Florida, pada hari Minggu. Dia segera diberhentikan dari pekerjaannya," kata pejabat kapal pesiar itu.

Penyidik mengatakan dia kemudian mengidentifikasi Ketut dalam foto-foto yang diambil dari kamera pengawas, yang menunjukkan seseorang bergerak di sepanjang balkon di bagian luar kapal.

Kondisi korban yang sangat terluka kemudian diterbangkan menggunakan ambulans udara ke sebuah rumah sakit di Wilayah Florida Selatan, segera setelah kapal merapat di Honduras pada Hari Valentine (14 Februari). Tidak ada rincian lain mengenai identitas korban atau rencana perjalanan dia yang diberikan.

"Holland America mengatur untuk menerbangkan keluarga wanita itu agar dapat bersama dengan dia di Florida Selatan, ketika korban tengah menerima perawatan medis," ujar keterangan dari kapal pesiar itu.

Korban mengatakan kepada penyidik bahwa serangan mulai terjadi beberapa saat setelah dia berganti baju dengan mengenakan kaos tanpa lengan dan celana pendek, dan berbaring di tempat tidur. 

"Korban berjuang keras dan serangan terjadi mulai dari tempat tidurnya ke kabin balkon dan kembali lagi ke kamar," kata penyidik.

Menurut catatan pengadilan, korban mengatakan dirinya sempat menyerang pelaku, memukul alat kelaminnya dan mencoba untuk menusuk dia dengan sebuah pembuka botol yang dia mampu raih.

"Ketika berada di balkon, pelaku berusaha mendorong dia ke laut," kata penyidik mengutip perkataan korban. 

Korban telah delapan hari melakukan pelayaran bertema telanjang 'Bare Necessities', yang mengambil tempat di Jamaika, Bahama, dan Honduras dalam sebuah perjalanan yang berangkat dari Florida pada 9 Februari lalu.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP