Thailand Tes Puluhan Ribuan Orang Setelah Ditemukan Wabah Covid-19 di Pasar Udang
Merdeka.com - Pada Minggu, Thailand mulai melakukan tes Covid-19 terhadap puluhan ribu orang dan memperpanjang pembatasan pergerakan warga, sehari setelah Provinsi Samut Sakhon di-lockdown menyusul wabah baru virus corona.
Wabah pertama kali ditemukan di pasar udang di Samut Sakhon, provinsi di barat daya Bangkok dan merupakan pusat industri makanan laut atau seafood di mana tinggal ribuan pekerja migran.
Kementerian Kesehatan menyampaikan, empat kasus dilaporkan pada Jumat dan angka infeksi naik menjadi 689 pada Minggu. Thailand sebelumnya mampu mengendalikan penularan di mana negara ini hanya mencatat sekitar 5 ribu kasus.
"Hari ini hanya tingkat pertama," jelas Sekretaris Kementerian Kesehatan, Kiattiphum Wongrajit dalam konferensi pers, dilansir Asia One, Senin (21/12).
"Hasil lebih lanjut akan menunjukkan jauh lebih banyak infeksi," lanjutnya.
Kiattiphum mengatakan, sampai 40.000 orang akan dites di Samut Sakhon dan provinsi terdekat, di mana lebih dari 10.000 tes dilaksanakan sampai Rabu.
Pekerja migran, paling banyak dari Myanmar, berbaris untuk dites pada Minggu, bersama warga Thailand. Kasus paling banyak yang teridentifikasi sejauh ini tanpa gejala.
Jam malam berlaku
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada Minggu, kawat berduri dipasang mengelilingi pasar saat pihak berwenang di Bangkok memerintahkan semua sekolah di tiga distrik di ibu kota yang berbatasan dengan Samut Sakhon, 45 km melalui jalan darat, untuk ditutup sampai 4 Januari.
Provinsi itu akan tetap lockdown dan jam malam diberlakukan sampai 3 Januari. Kiattiphum mengatakan kementerian diharapkan dapat mengendalikan situasi dalam dua hingga empat pekan.
Thailand, negara pertama di luar China yang melaporkan kasus Covid-19, sejauh ini melaporkan hanya 60 kematian akibat virus corona di antara 70 juta populasinya, lebih sedikit dari negara mana pun selain Vietnam.
"Kami harus segera menghentikan siklus epidemi. Kami sudah berpengalaman menanganinya," kata Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha di akun Facebook-nya.
Pihak berwenang di Bangkok juga meminta masyarakat untuk meningkatkan tindakan pencegahan dengan menghindari pertemuan. Tempat hiburan dan restoran diminta menerapkan jarak sosial.
Penyelenggara perayaan Tahun Baru diminta agar mengajukan izin resmi untuk melanjutkan kegiatannya, sementara perusahaan didesak agar stafnya bekerja dari rumah jika memungkinkan.
Kamboja, yang berdekatan dengan Thailand memperketat persyaratan bagi orang-orang yang memasuki negara itu dari Thailand.
Presiden Asosiasi Udang Thailand, Somsak Paneetatyasai mengatakan wabah ini adalah berita buruk bagi ekspor udang, di mana 30 persen di antaranya berasal dari Samut Sakhon. Thailand adalah salah satu dari 10 eksportir udang terbesar di dunia.
Lonjakan kasus virus corona terjadi ketika Thailand berupaya menghidupkan kembali industri pariwisata yang hancur akibat pandemi. Pada Kamis, negara ini melonggarkan pembatasan untuk memungkinkan lebih banyak turis asing berkunjung.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya