Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tersesat saat berkemah, bocah Rusia makan rumput buat bertahan hidup

Tersesat saat berkemah, bocah Rusia makan rumput buat bertahan hidup Dima Peskov. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sungguh malang nasib bocah empat tahun asal Rusia bernama Dima Peskov. Gara-gara tersesat, Dima harus bertahan hidup di hutan selama empat hari hanya dengan makan rumput dan minum air rawa.

Dima ditemukan dalam keadaan hidup oleh pasukan tentara khusus yang dikerahkan untuk mencarinya. Namun saat ditemukan kondisinya cukup mengenaskan. Dia mengalami dehidrasi berat dan di sekujur tubuhnya ada lebih dari 20 bekas gigitan kutu dan nyamuk.

"Saat ditemukan dia sedang kedinginan dan tubuhnya basah. Pakaiannya juga robek. Dia digigit nyamuk dan kutu di sekujur tubuhnya. Saat kami membungkusnya dengan selimut kering, dia cerita bahwa dia minum air rawa kotor dan makan rumput untuk bertahan hidup," kata salah satu tentara penyelamat, Pavel Karpenko, seperti dilansir dari laman Russia Today, Kamis (15/6).

Hilangnya Dima bermula saat dia berkemah di sebuah hutan di pinggiran Kota Yekaterinburg, Rusia, bersama orangtuanya pada Sabtu (10/6) lalu. Saat itu, sang ayah mengajak Dima untuk mencari kayu bakar di tengah hutan dengan jarak sekitar 50 meter dari tenda yang didirikan.

Melihat Dima seperti kebosanan menemaninya mencari kayu, sang ayah kemudian menyuruh bocah itu untuk kembali bergabung bersama ibunya di tenda. Namun rupanya, Dima tidak tahu jalan kembali hingga akhirnya tersesat.

"Saya benar-benar bodoh. Saya tidak pernah menyangka bahwa dia akan menyimpang dari jalan yang benar dan tersesat," kata sang ayah, Andrey.

Begitu menyadari putranya hilang, kedua orangtua tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Keduanya sempat mendapat sorotan dari polisi dan harus menjalani tes pendeteksi kebohongan untuk memastikan bahwa mereka tidak dengan sengaja membuat putranya hilang.

Meski akhirnya bocah tersebut ditemukan, kejadian ini tetap memicu kekhawatiran publik baik dari kalangan masyarakat, profesional, maupun organisasi sukarelawan. Sebagian besar mempertanyakan tentang motif kedua orangtua Dima mengajaknya ke alam liar serta kemampuan mereka dalam mengasuh anak. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP