Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teroris Norwegia mengaku belajar dari Al Qaidah

Teroris Norwegia mengaku belajar dari Al Qaidah Breivik mengikuti sidang ke lima di Ibu Kota Oslo, Norwegia, sebagai lanjutan upaya mengungkap aksinya membantai 77 orang tahun lalu. (C) Stoyan Nenov/Reuters

Merdeka.com - Anders Behring Breivik, ekstremis sayap kanan Norwegia yang membantai para 77 orang yang sedang kemah di Pulau Utoya pada insiden 22 Juli 2011 mengaku banyak belajar dari organisasi Al Qaidah.

Stasiun televisi BBC melaporkan, Sabtu (21/4), pernyataan mengejutkan itu muncul dalam sidang lanjutan kemarin di Ibu Kota Oslo, Norwegia. Pembunuh itu mempelajari beberapa skema penyerangan Al Qaidah, yakni aksi bom dan penyergapan dari internet. Selain itu, Anders Breivik membaca runutan kejadian peristiwa peledakan balai kota di Kota Oklahoma, Amerika Serikat pada 1993.

Peristiwa peledakan gedung balai kota Oklahoma pada 1993 menewaskan 168 orang dan mencederai 600 lainnya. Breivik juga mengaku sudah mempelajari 600 cara pembuatan bom.

Pembunuh berdarah dingin itu dengan tenang mengatakan Al Qaidah adalah gerakan revolusioner paling sukses abad ini. Dia menganjurkan agar seluruh kelompok Kristen fundamentalis ekstrem belajar dari mereka, walau punya tujuan berbeda.

"Saya telah mempelajari setiap aksi mereka. Baik yang sukses atau gagal. Saya ingin membentuk Al Qaidah versi Eropa," kata Anders Breivik dalam persidangan.

Breivik di awal sidang mengaku motifnya melakukan teror karena gemas melihat pemerintah Norwegia menjadi lemah terhadap banyaknya imigran muslim asal Turki.

Dia percaya aksinya akan membangkitkan nasionalisme kulit putih di negara itu untuk mengusir para pendatang dari negara-negara Islam.  Warga Norwegia sedang terpecah dalam menyikapi hukuman yang pas buat dia. Sebagian menganggap Breivik pantas dihukum mati, sementara yang lain menilai pria itu gila.

Al Qaidah menurut Agensi Intelijen Amerika (CIA) adalah organisasi teror yang terbentuk saat terjadi perang Afghanistan - Uni Soviet pada era 1980an. Organisasi itu dianggap bertanggung jawab atas serangan gedung World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001. Sejak itu, pemerintah Amerika Serikat saat itu dipimpin George Walter Bush Jr. mengumumkan perang global melawan terorisme. 

Usamah Bin Ladin, pimpinan Al Qaidah paling dicari, tewas dalam serangan rahasia yang melibatkan pasukan elit Angkatan Laut Amerika, SEAL, di Abbotabad Pada 2 Mei 2011. Menurut kabar, jasad dia ditenggelamkan di laut, tapi versi lain mengatakan tubuhnya dibawa ke Negeri Paman Sam buat dibakar. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP