Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teriakan 'kalian semua akan mati' terdengar sebelum penembakan di Las Vegas

Teriakan 'kalian semua akan mati' terdengar sebelum penembakan di Las Vegas Brianna Hendricks. ©Sky News

Merdeka.com - Konser musik country di Las Vegas, Amerika Serikat, kemarin berubah menjadi suasana menyeramkan saat seorang pria menembak ke arah kerumunan penonton. Akibatnya, 58 orang tewas dan lebih dari 500 orang menderita luka-luka.

Seorang saksi bernama Brianna Hendricks mengatakan dia mendengar seorang perempuan berteriak 'kalian semua akan mati' beberapa jam sebelum penembakan terjadi.

Wanita tersebut berteriak memberitahu kerumunan massa sekitar 45 menit sebelum konser dimulai. Akibat perbuatannya dia dan rekan prianya digiring pihak keamanan.

Kurang dari satu jam kemudian penembakan terjadi menyebabkan 58 orang tewas.

Brianna Hendricks mengatakan wanita yang berteriak itu berperilaku aneh.

"Ada seorang perempuan yang berlari dari belakang kami di konser itu dan dia memainakan rambut orang, bertingkah seperti orang gila dan dia bilang 'kami semua akan mati'," ujar Hendrick, seperti dilansir laman the Independent, Selasa (3/10).

"Seolah dia memberitahu kita untuk selalu waspada, atau dia terlibat dengan penembakan itu dan dia memberi tahu kita karena dia tahu kita akan mati. Itu menyeramkan. Dia seperti mengetahui apa yang akan terjadi," katanya.

Nyonya Hendricks kembali ke Hotel Mandalay sekitar 15 menit sebelum penembakan, dan menyaksikan pembantaian itu dari kamar hotelnya.

"Itu membuatku tidak nyaman. Aku berpikir (peringatan wanita) itu ada hubungannya dengan penembakan," katanya.

Dia menjelaskan wanita yang berteriak memberi peringatan itu dari ras hispanik, dengan tinggi badan 165 dan rambut coklat. Dan teman pria wanita itu juga hispanik.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP