Tentara Venezuela dan penambang liar terlibat bentrokan, 18 orang tewas
Merdeka.com - Sebuah bentrokan terjadi di Venezuela pada Sabtu (10/2), antara pasukan tentara dan para penambang liar di dekat perbatasan Guyana. Akibat bentrokan itu, 18 orang dilaporkan tewas.
Gubernur Negara Bagian, Bolivar Justo Noguera, menyatakan bahwa bentrokan terjadi saat pasukan militer melakukan operasi besar-besaran di wilayah tersebut. Namun Noguera enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai insiden bentrokan tersebut.
"Unit militer memang melakukan serangan ke wilayah tersebut. Saat ini, investigasi masih berlanjut," kata Noguera kepada wartawan, dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (12/2).
Sementara itu, surat kabar lokal Correo del Caroni melaporkan bahwa dari 18 orang tewas, 17 di antaranya adalah pria dan satu orang wanita. Mereka tewas di sebuah wilayah yang terkenal dengan pertambangan emas dan berlian.
Karena kekayaan tambang yang dimiliki, sering terjadi perseteruan antara anggota geng yang berujung pada kekerasan di wilayah itu. Mereka berebut untuk menambang emas dan berlian secara ilegal.
Dari hasil operasi militer pekan lalu, para tentara menyita berbagai macam senjata dan bahan peledak yang kemungkinan besar digunakan selama menambang secara ilegal.
Presiden Nicolas Maduro sendiri telah mendeklarasikan wilayah itu sebagai sumber kekayaan alam prioritas negara. Dia menamai wilayah itu dengan Pertambangan Arc. Maduro juga telah mengumumkan perlawanan terhadap ratusan penambang ilegal dari Venezuela dan beberapa lainnya dari negara tetangga Brazil.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya