Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tenggelamnya Titanic mirip cerita novel

Tenggelamnya Titanic mirip cerita novel Seorang model bergaya di depan replika kapal pesiar mewah, R.M.S. Titanic (www.harpersbazaar.com)

Merdeka.com - Beberapa hari lagi masyarakat dunia akan mengenang sebuah tragedi, tenggelamnya kapal pesiar mewah Titanic pada 15 April 1912. Kapal itu merupakan yang terbesar pada masanya.

Namun, reputasi sebagai penakluk lautan yang tidak dapat tenggelam berakhir dengan tragis saat Titanic ditelan lautan setelah menabrak gunung es pada pukul 11.40 malam di utara Laut Atlantik. Kira-kira sebanyak 1.514 orang meregang nyawa. Sebagian terkena hipotermia atau penurunan suhu tubuh yang cepat, lainnya masih terjebak di dalam.

14 tahun sebelumnya, seorang novelis menulis tentang sebuah kapal besar yang tenggelam mirip dengan cerita Titanic, seperti dilansir dari kantor berita Associated Press, Kamis (12/4). 

Morgan Robertson asal Amerika Serikat dalam novel "Futility" terbitan 1898 bercerita tentang perjalanan sebuah kapal bernama Titan.

Dalam novel itu, dia menggambarkan Titan memiliki panjang 243 meter, kurang 25 meter dari panjang Titanic. Kapal itu mampu menjelajah dengan kecepatan 20 knot dan memiliki sekoci yang terjejer rapi. Kapal itu tidak dapat tenggelam.

"Dia adalah kapal terbesar yang mengapung dan merupakan hasil kerja terhebat sepanjang masa. Dalam pembuatan dan perawatannya melibatkan banyak ilmu, pekerja, dan peradaban," begitu petikan dari dalam  novel Robertson.

Keterkaitan antara cerita Titan dan tragedi Titanic baru banyak diperbincangkan setelah 1912. Tapi menurut Paul Heyer, Profesor di Universitas Wilfrid Laurier, kedekatan alur cerita novel itu dengan kejadian sebenarnya harus merujuk kepada latar belakang penulisnya.

"Robertson merupakan seorang yang sering menulis tentang maritim. Dia juga seorang pelaut berpengalaman," kata Paul.

Inti cerita dari Futility sebenarnya adalah tentang seorang petugas angkatan laut alkoholik, dan menemukan hidayah serta mendapatkan hikmah hidup setelah Titan tenggelam.

Banyak orang penasaran dengan Robertson setelah Titanic tenggelam dan menyangka dia adalah cenayang. Novelis itu membantahnya dan mengatakan dia hanya menulis cerita. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP