Temui Theresa, Israel rayu Inggris cabut dukungan buat Palestina?
Merdeka.com - Perdana Menteri Inggris Theresa May akan menggelar pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Mereka akan bertatap muka di Downing Street untuk membicarakan banyak hal, di antaranya perdagangan antara kedua negara setelah Brexit resmi dilaksanakan.
Pertemuan ini merupakan yang pertama sejak Theresa duduk di kursi Perdana Menteri menggantikan David Cameron yang mundur setelah kalah dalam referendum yang mengakibatkan Inggris keluar dari Uni Eropa. Kedatangan Netanyahu sendiri atas undangan Theresa dalam komunikasi mereka lewat telepon setahun lalu.
Perjumpaan pertama antar kepala pemerintahan ini mendapat sorotan tajam dari rakyat Inggris, penyebabnya mayoritas warga menolak pendudukan Israel atas Palestina. Apalagi, negara Yahudi itu baru saja meloloskan rencana pembangunan permukiman baru di wilayah yang bukan hak mereka.
Di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Inggris sendiri memainkan peranan besar dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Salah satunya mengutuk pembangunan permukiman di wilayah otoritas Palestina dan menyebutnya sebagai 'pelanggaran mencolok' atas hukum internasional, serta 'hambatan serius' bagi upaya perdamaian.
Pemerintahan Theresa sendiri telah mengumumkan beberapa pembicaraan itu membahas 'keamanan dan isu-isu internasional lain, seperti proses perdamaian di Timur Tengah', termasuk di antaranya terkait 'aktivitas penambahan permukiman baru yang merusak kepercayaan'.
"Theresa May harus memastikan perdana menteri Israel bahwa pemerintah Inggris tetap tegas mendukung hak-hak rakyat Palestina, bersama dengan sejumlah orang yang mendukung mereka di Israel, sebagaimana hak asasi manusia dan keadilan di seluruh kawasan," tegas pimpinan Partai Buruh Jeremy Corbyn.
Corbyn menegaskan, PBB sendiri sudah mendesak agar Israel menarik diri dari wilayah yang dikuasainya pada perang 1967, dan 70 tahun setelahnya PBB membentuk negara Palestina. Pembangunan wilayah permukiman baru itu disebutnya akan mengancam proses perdamaian yang sedang dibangun.
"Pemerintah Inggris harus bertindak untuk mendukung perdamaian dan keadilan dalam konflik Timur Tengah."
Inggris sendiri merupakan salah satu negara yang meratifikasi perjanjian internasional, di mana Iran sepakat membatasi program nuklirnya agar sanksi ekonomi dapat dicabut. Meski Theresa menyebut perjanjian itu sangat penting untuk keamanan kawasan, namun Netanyahu memandangnya sebagai kesepakatan buruk karena dia menganggap dunia tak melakukan apapun untuk menghentikan ambisi nuklir Iran.
"Di bidang diplomatik, saya berniat untuk menekankan keinginan terhadap agresi menentang Iran yang telah mengangkat dalam beberapa hari terakhir," ucap Netanyahu sebelum meninggalkan Israel.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya