Tempat penampungan anak di Guatemala kebakaran, 21 orang tewas
Merdeka.com - Sebuah kebakaran terjadi di asrama perempuan tempat penampungan anak di Guatemala. Akibat insiden tersebut, sedikitnya 21 perempuan yang terdiri dari remaja dan anak-anak tewas dan puluhan lainnya terluka.
Kepala Badan Kesejahteraan Sosial Guetamala, Carlos Rodas, menerangkan kebakaran bermula saat penghuni di tempat penampungan tersebut memulai kerusuhan sebagai upaya melarikan diri. Banyak dari penghuni asrama mengeluhkan tentang kekerasan dan kondisi yang ada di sana.
"Sekitar pukul 09.00, beberapa remaja membakar kasur mereka. Kami tidak melalaikan tanggung jawab, kami akan menerimanya. Tetapi tetap saja kami tidak bisa mengembalikan orang-orang yang sudah tiada," kata Rodas, seperti dilansir dari laman Time, Kamis, (9/3).
"Penampungan itu memiliki kapasitas 500 orang, namun penghuni di tempat penampungan ini mencapai 800 orang," sambungnya.
Salah satu korban kebakaran yang tengah menerima perawatan di Rumah Sakit Roosevelt membenarkan bahwa pemberontakan tersebut terjadi diikuti rumor tentang usaha melarikan diri.
"Beberapa anak laki-laki memasuki wilayah perempuan. Saya dan beberapa teman melarikan diri lewat atap asrama karena takut mereka menyerang kami. Lalu saya melihat asap yang keluar dari asrama dan baunya seperti daging terbakar," kata gadis 15 tahun tersebut.
Presiden Guatemala, Jimmy Morales, mengatakan akan ada tiga hari berkabung atas peristiwa ini. Selain itu, penyebab kebakaran juga saat ini sedang diselidiki.
Tempat penampungan yang dikelola pemerintah, dikenal sebagai Virgin of the Assumption Aman Home. Tempat tersebut terletak di daerah pedesaan di luar ibukota. Tempat tersebut dikelilingi oleh pohon-pohon dan dinding setinggi 91 meter.
Asrama tersebut merupakan tempat bagi anak-anak yang menjadi korban dari pelecehan serta remaja yang tengah menjalani masa penahanan dan tidak memiliki tempat lain untuk tinggal.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya