Tekong kapal terbalik berisi 63 WNI di Johor Bahru diburu aparat
Merdeka.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, menyatakan upaya pencarian korban kapal terbalik mengangkut puluhan WNI terus dilakukan. Insiden pada Sabtu 23 Juli lalu di perairan dekat Kota Tinggi menyebabkan 21 penumpang belum ditemukan sampai sekarang. Delapan penumpang tewas sudah ditemukan jasadnya, sedangkan 34 lainnya berhasil diselamatkan tim SAR Negeri Jiran. Pemilik kapal kini dalam buruan KJRI bersama aparat hukum Malaysia.
Dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Minggu (24/7), kapal ini diawaki oleh calo buruh migran tanpa dokumen. Saat berangkat dari Batam, Kepulauan Riau, ada 63 penumpang yang diangkut kapal tersebut. Mayoritas adalah WNI yang berniat mengadu nasib di Semenanjung Malaysia tanpa izin tinggal maupun visa kerja. Hanya tiga orang penumpang memiliki paspor.
Taufiqur Rijal selaku perwakilan KJRI Johor Bahru menyatakan pemilik kapal alias tekong bakal dimintai pertanggungjawaban. "Pihak berwajib masih mencari dan akan menangkap tekong tersebut untuk selanjutnya diproses hukum," ujarnya.
Berdasarkan pengakuan korban selamat, mereka membayar antara 500 hingga 1.200 Ringgit kepada pemilik kapal untuk diseberangkan ke Negeri Jiran. "Hanya sebagian kecil dari (penumpang) yang bekerja di Johor. Lainnya bekerja di Kuala Lumpur, Penang, Perak, Pahang dan tempat-tempat lain di Semenanjung Malaysia," imbuh Rijal.
Satuan Tugas KJRI Johor Bahru telah menggelar pertemuan dengan perwakilan Pengarah Imigrasi Johor dan Pengarah Polisi Johor. Ke-34 korban selamat dijamin akan langsung dipulangkan tanpa diproses hukum oleh otoritas imigrasi Negeri Jiran.
"Korban selamat dipulangkan ke Indonesia sebagai korban kapal tenggelam tanpa melalui proses hukum," kata Rijal.
Dari delapan korban tewas, baru dua jasad sudah teridentifikasi. Dua korban itu adalah Yolan Alindasera asal Belu, Kupang bersama anaknya yang masih bayi. Suami korban yang juga berada di kapal namun selamat memastikan jasad adalah dua anggota keluarganya. KJRI Johor Bahru secepatnya memfasilitasi pemulangan korban tewas insiden ini.
Selain kelebihan muatan, kapal nahas ini melaju terlalu kencang serta terkena cuaca buruk. Sebelum terbalik, kapal dilaporkan terhantam ombak setinggi dua meter. Pencarian yang sempat dihentikan akibat kondisi laut dan jarak pandang akan kembali dilanjutkan Senin (25/7) oleh otoritas laut Malaysia.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya