Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tangan kanan khalifah ISIS tewas dihabisi militer AS

Tangan kanan khalifah ISIS tewas dihabisi militer AS Haji Imam, tangan kanan khalifah ISIS. ©2016 Merdeka.com/nairaland

Merdeka.com - Militer Amerika Serikat menewaskan orang nomor dua dalam jajaran kekhalifahan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) bernama Abdur Rahman Mustafa al-Qaduli, biasa dipanggil Haji Imam. Operasi serangan darat itu dilakukan setelah intelijen melacak pergerakan Haji Imam selama beberapa hari sebelumnya.

Surat kabar the Guardian melaporkan, Sabtu (26/3), rencana awal pasukan AS sebetulnya menangkap Haji Imam hidup-hidup. Namun rombongan mobil yang membawanya di jalanan utara Irak melawan sergapan marinir AS, sehingga seluruh pasukan ISIS itu dihabisi. Operasi penyergapan Haji Imam ini dibenarkan oleh Jenderal Joseph Dunford, petinggi Pentagon.

Dengan tewasnya Haji Imam, ISIS kehilangan berturut-turut pemimpin politik maupun petinggi pasukan tempur, setelah beberapa pekan sebelumnya Menteri Bidang Pertempuran Khilafah bernama Umar al-Shishani alias Omar si Chechen, juga terbunuh usai markasnya dibom jet tempur AS di Kota al-Shahad, utara Suriah.

"Kami secara sistematis berusaha melumpuhkan semua petinggi kabinet ISIS," kata Ash carter. Menteri Pertahanan AS dalam jumpa pers tadi malam waktu setempat.

Haji Imam sehari-hari bertugas mengelola anggaran negara Islam. Dia diyakini sosok yang akan menjadi khalifah, seandainya Abu Bakar al-Baghdadi tewas. "Haji Imam juga bertanggung jawab mengelola urusan hubungan internasional," kata Carter.

Namun belum jelas, apakah jajaran petinggi ISIS itu mengetahui atau memerintahkan langsung serangan teror mematikan di Eropa enam bulan terakhir, baik di Paris ataupun Brussels.

Terbunuhnya Haji Imam menandakan AS semakin serius menggempur ISIS dari jalur darat. Selain mengerahkan satu batalion pasukan marinir, Negeri Paman Sam juga melibatkan pasukan keamanan swasta. Tugas para tentara bayaran itu melatih milisi lokal, khususnya Peshmerga di utara Irak, agar sanggup berperang seimbang melawan ISIS.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP