Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Taliban terus bertahan, masa depan masih suram buat Afghanistan

Taliban terus bertahan, masa depan masih suram buat Afghanistan militan taliban di afghanistan. ©AP/Allauddin Khan

Merdeka.com - Kelompok militan Taliban kemarin bersumpah meneruskan perjuangan mereka melawan pemerintah Afghanistan dan negara pendukungnya.

Taliban kembali melancarkan serangan pekan lalu setelah menolak permintaan pemerintah Afghanistan untuk memperpanjang gencatan senjata usai Idul Fitri.

Dilansir dari laman the Nation, Rabu (27/6), sebelumnya gencatan senjata yang disepakati diharapkan bisa membuka jalan untuk pembicaraan damai.

Usai Idul Fitri Taliban menyerang sebuah markas militer Afghanistan di Provinsi Bagdhis hingga menewaskan 30 tentara.

Juru bicara Kepolisian Bagdhis, Naqibullah Amini, membenarkan kematian 30 tentara Afghan dan mereka juga membunuh empat serdadu dalam serangan terpisah di sejumlah pos pemeriksaan di distrik yang sama.

Sejumlah pengamat menilai gencatan senjata ini akan membuat Taliban dengan leluasa memasuki wilayah yang dikuasai tentara Afghanistan, termasuk Ibu Kota Kabul.

"Konsekuensinya akan buruk," kata seorang diplomat Barat di Kabul pekan lalu.

Dalam pernyataan dimuat di media daring berbahasa Inggris, Taliban membela taktik mereka dan mengabaikan fatwa ulama di Kabul yang menyebut haram aksi bom bunuh diri.

"Kami berusaha sekuat tenaga menghindari korban sipil dalam setiap serangan jihad," kata Taliban seraya menambahkan, dalam situasi perang korban sipil tidak bisa dihindari.

Lebih dari 10 ribu warga sipil tewas atau terluka selama 2017. Korban tewas akibat bom bunuh diri meningkat sebanyak 17 persen, terutama serangan di daerah perkotaan seperti Kabul.

Konflik yang sudah berlangsung selama 17 tahun belum ada tanda-tanda akan berakhir. Taliban terus bertahan, masa depan Afghanistan masih suram.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP