Taliban tahan anjing milik tentara Inggris
Merdeka.com - Seekor anjing dikatakan milik Pasukan Khusus Inggris telah menjadi tawanan tidak biasa dari Taliban. Dari rekaman diunggah di dunia maya memperlihatkan sekelompok orang bersenjata dan berjanggut mengarak hewan malang itu sebagai piala, setelah anjing itu ditangkap selama serangan Nato yang gagal di Afghanistan.
Dari rekaman terlihat anjing dilaporkan bernama Kolonel itu mengenakan sebuah jaket antipeluru khusus disesuaikan dengan badannya sambil dirantai oleh salah satu pejuang Taliban, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (7/2).
Anjing itu diduga berasal dari sebuah unit elit, yang diyakini baik itu dari resimen Special Air Service, sebuah unit pasukan khusus Angkatan Darat Inggris, atau dari Special Boat Service, sebuah unit Angkatan Laut Inggris.
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pihaknya tidak akan mengomentari terkait aktivitas dari Pasukan Khusus. "Kami tidak dapat mengkonfirmasi kewarganegaraan hewan itu."
Dalam video itu, seorang pejuang Taliban memegang sebuah alat pelacak GPS yang menjadi bagian dari jaket dipakaikan di anjing itu. Di jaket itu juga terdapat sebuah obor dan kamera video, yang sering dipasang untuk menangkap materi pengintaian sebagaimana binatang dapat bergerak di medan perang.
Anjing telah digunakan oleh tentara Inggris sejak Perang Dunia I, di mana mereka diberdayakan buat membawa pesan. Sekitar 11.000 anjing bekerja di Angkatan Bersenjata Inggris, baik untuk mengendus obat, membantu pencarian dan penyelamatan, serta mencari barang mencurigakan di dalam bangunan sebelum para tentara masuk.
Anjing juga dapat diikat ke dada para pengendali mereka dan diterjunkan ke zona tempur. Mereka dilaporkan telah dilatih untuk menyerang orang-orang bersenjata, tetapi paling utama digunakan untuk mengendus bahan peledak atau menjelajahi wilayah, serta mengirim gambar dari kamera melekat di bagian kepala mereka.
Indera penciuman mereka 40 kali lebih baik daripada seorang prajurit. Ini berarti mereka dapat mencium bau dari musuh dengan jarak 3,2 kilometer jauhnya. Dalam cuplikan video dikirim Taliban, para pejuang mengatakan anjing itu menyasar ke wilayah musuh saat serangan Nato di Provinsi Laghman, sebelah timur Afghanistan, pada Desember tahun lalu.
Para pejuang Taliban juga terlihat mengacungkan senjata diduga didapat dari rompi dibawa anjing itu, termasuk dua senapan serbu mirip digunakan pasukan khusus Amerika Serikat dan sejumlah granat tangan.
Seorang juru bicara untuk Pasukan Bantuan Keamanan Internasional, misi keamanan Nato di Afghanistan, menegaskan seekor binatang telah hilang selama serangan pada Desember tahun lalu.
"Anjing ini sangat penting untuk Amerika. Sekali kami mendapatkan anjing ini, Amerika mencoba yang terbaik untuk mendapatkannya kembali, tetapi mereka tidak akan berhasil," ujar seorang juru bicara Taliban.
Kementerian pertahanan mengatakan pada tahun lalu empat anjing telah terbunuh saat dipekerjakan di Provinsi Helmand sejak Maret 2011, yakni dua labradors, seekor anjing gembala Jerman, dan seekor anjing jenis springer spaniel cross. Salah satu di antaranya diketahui ditembak oleh Taliban saat menjalankan misi.
Tapi ketika beberapa orang mungkin takut atas penangkapan dilakukan Taliban baru-baru ini, seekor anjing Australia di Afghanistan berhasil diselamatkan.Setelah diadopsi oleh seorang pemimpin Taliban, anjing jenis labrador warna hitam, Sabi, akhirnya diselamatkan oleh tentara Amerika.
Anjing telah digunakan dalam perang sejak catatan militer dimulai, dan sangat berguna dalam operasi pasukan khusus.Para pegiat hak-hak binatang telah menyatakan kemarahan mereka atas penggunaan anjing dari pasukan Inggris di Afghanistan.
"Anjing bukanlah alat atau 'inovasi' dan tidak bisa kita gunakan atau tembakkan seperti selongsong amunisi kosong," ujar Organisasi Hak Asasi Binatang (Peta). (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya