Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Takut diboikot, bos United Airlines temui diplomat China

Takut diboikot, bos United Airlines temui diplomat China United Airlines. ©2016 Abc13.com

Merdeka.com - Bos maskapai penerbangan Amerika Serikat United Airlines Oscar Munoz, menemui pejabat konsulat China di Chicago. Pertemuan ini untuk membahas insiden penyeretan penumpang yang dilakukan petugas keamanan akibat pesawat overbooked.

Pertemuan tersebut dilakukan karena kekhawatiran United Airlines jika kerja sama bisnis dengan China akan terpengaruh akibat peristiwa tersebut. Pasalnya, rakyat China mengecam insiden itu dan berjanji akan memboikot maskapai karena penumpang yang diseret diduga keturunan Tionghoa.

Walaupun akhirnya diketahui penumpang tersebut bukan orang China melainkan Vietnam-Amerika, namun petisi yang meminta penyelidikan federal terkait insiden itu tetap ramai. Sebanyak 200.000 orang telah menandatangani petisi tersebut dan hingga kini jumlahnya terus meningkat.

Seperti diketahui, United Airlines memang memiliki hubungan bisnis cukup erat dengan China di mana maskapai itu menangani sekitar 20 persen lalu lintas China-AS. Mereka menjadwalkan penerbangan nonstop ke Beijing, Shanghai, Hangzhou, dan kota-kota lain di China setiap harinya. Jika benar terjadi pemboikotan, maka hal itu akan membawa kerugian besar terhadap pasar perusahaan.

Pertemuan itu sebelumnya sudah dijanjikan Munoz dalam sebuah konferensi pers sekaligus menyatakan permintaan maafnya.

"Saya berencana untuk mengadakan percakapan lebih lanjut dengan penumpang dan pejabat pemerintah terkait," kata Munoz saat itu, seperti dilansir dari laman Shanghaiist, Kamis (20/4).

Sementara itu, Presiden United Airlines Scott Kirby mengatakan dalam sebuah konferensi pers kemarin bahwa saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui apakah bisnis antara perusahaannya dan China akan bermasalah akibat insiden ini.

(mdk/che)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP