Tak tulis lengkap gelar PM Hun Sen, media Kamboja dilarang terbit
Merdeka.com - Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, merasa gamang pada media massa di negaranya yang tidak menulis gelar kehormatannya secara lengkap. Melalui Kementerian Informasi dan Media, muncul aturan baru agar seluruh titel Hun Sen selalu ditulis lengkap saat namanya muncul dalam pemberitaan.
"Pemerintah menyadari beberapa media mulai sering luput atau lupa mencantumkan penyebutan gelar perdana menteri secara lengkap dan runtut," kata Phos Sovan, juru bicara kementerian seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (14/5).
Gelar lengkap orang kuat Kamboja itu adalah 'Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Prime Minister Hun Sen'. Selain panjang sekali, maknanya sulit diterjemahkan ke bahasa lain. Namun intinya gelar dalam bahasa Khmer itu berarti 'Beliau Sang Dipertuan Agung Pemimpin terbesar sekaligus panglima tertinggi Hun Sen'. Gelar dalam delapan kata itu harus ditulis urut, tak boleh terbolak-balik.
"Kami menekankan penyebutan Samdech harus tidak boleh dilupakan, karena beliau pemimpin bangsa kita," kata Sovan.
Jika ada media massa Kamboja masih saja keliru menulis deretan gelar Hun Sen, ancamannya sangat serius. Mulai dari pencabutan izin terbit sampai sanksi-sanksi lain yang bisa menghambat karir sang jurnalis.
Hun Sen adalah pemimpin Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang sudah berkuasa selama 30 tahun terakhir. Dia terakhir memenangkan mutlak pemilu pada 2013 lalu. Hun Sen sudah berusia 63 tahun, namun masa jabatannya sesuai UU bisa mencapai 2022.
Kelompok oposisi menuding Hun Sen rajin mengganyang lawan-lawan politiknya, serta menahan mahasiswa atau pengacara kritis tanpa pengadilan.
Belakangan, Hun Sen berusaha menggaet dukungan anak muda di negaranya. Salah satu pemimpin tertua di Asia Tenggara ini rajin mengunggah kegiatannya di Facebook sejak tahun lalu.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya