Tak tahan gabung ISIS, wanita Inggris merengek minta pulang
Merdeka.com - Beberapa waktu lalu perempuan Inggris nekat pergi ke Suriah dengan anak bungsunya demi bergabung dengan kelompok Negara Islam untuk Irak dan Syam (ISIS), kini dia memohon-mohon pada bapaknya agar membawanya pulang. Dia tidak kerasan dan mengaku selalu ketakutan di tengah ekstremis.
Oktober tahun lalu Tarina Shakil kabur dengan membawa bocahnya 17 bulan lantaran punya masalah perkawinan dengan suaminya. Dia tertarik bergabung dengan negara kekhalifahan ala ISIS berharap si anak tumbuh di komunitas baik. Saat itu Shakil mengatakan pada seluruh kerabat hendak pergi liburan ke Spanyol, demikian dilansir stasiun televisi Al Arabiya (Senin 20/1).
Shakil seorang sarjana lulusan Ilmu Psikologi nekat ke Kota Raqqa. "Namun hidup di sana tak semanis bayangan. Tidak ada air panas, sering mati lampu. Tidak ada kemudahan seperti di Inggris," kata Shakil.
Apalagi serangan udara menyerang ISIS membuat suasana makin mencekam. Dalam semalam sekitar 30 bom dijatuhkan dan paginya Shakil harus melihat pemandangan mayat bergelimpangan dengan anggota tubuh tak lagi sempurna serta darah berceceran dimana-mana.
Kemuakan Shakil memuncak saat dipaksa menikahi salah satu anggota ISIS cacat sebab kena bom. Dia nekat melarikan diri hingga ke perbatasan Suriah-Turki. Setelah dalam posisi aman dia ditampung sementara di Turki sebelum akhirnya bertemu lagi dengan sang ayah, Muhammad.
"Bawa saya pulang, yah. Saya mohon bawa saya pulang dan keluarkan saya dari sini," Shakil histeris.
(mdk/din)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya