Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak perawan saat malam pertama, pengantin wanita dibunuh suami

Tak perawan saat malam pertama, pengantin wanita dibunuh suami Pengantin Pakistan dibunuh saat malam pertama. ©2016 Merdeka.com/Cover Asia Press

Merdeka.com - Seorang pria di Pakistan ditahan Kepolisian Distrik Jacobabad, Provinsi Sindh, atas tuduhan membunuh istrinya sendiri. Pembunuhan itu terjadi hanya berselang beberapa jam setelah keduanya resmi menikah.

Lelaki bernama Qalandar Baksh Khokar (28) itu diduga kecewa saat mengetahui istrinya, Khanzadi Lashari (17) sudah tak lagi perawan di malam pertama.

Situs berita metro.co.uk melaporkan, Jumat (8/4), kasus ini dilaporkan oleh ayah korban, Lal Mohammad Lashari. Wanita malang itu ditemukan sudah tak bernyawa di kamar pengantin, sedangkan suminya menghilang. Keluarga mendobrak kamar karena selama beberapa jam pasangan baru itu tak kunjung terlihat setelah pesta pernikahan pada 30 Maret lalu.

Dari pemeriksaan awal, diduga kuat motif Khokar mencekik istrinya lantaran merasa Lashari tak lagi perawan.

Polisi Pakistan segera melacak posisi Khokar melalui telepon selulernya. Dia belum kabur terlalu jauh, sehingga berhasil dicokok aparat. Namun, pelaku yang masih sepupu jauh mendiang Lashari itu melawan petugas, sehingga harus dilumpuhkan dengan cara ditembak kakinya.

Kasus ini mengundang keprihatinan masyarakat Pakistan. Tak kurang politikus seperti Fida Shaikh, ketua Partai Rakyat Pakistan (PPP) mendesak aparat menghukum berat pelaku.

"Jangan ada toleransi terhadap pelaku kejahatan keji ini," ujarnya.

Pembunuhan oleh keluarga dekat semacam ini sangat marak di Pakistan. Alasannya bermacam-macam. Namun rata-rata menimpa perempuan yang dianggap sudah mencemarkan nama baik suami atau keluarga. Human Rights Watch melaporkan 1.096 perempuan mati di Pakistan sepanjang tahun lalu, atas motif kehormatan keluarga.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP