Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Lulus Ujian Akhir, 21 Mahasiswa di India Bunuh Diri

Tak Lulus Ujian Akhir, 21 Mahasiswa di India Bunuh Diri Ilustrasi bunuh diri. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Arman Zhenikeyev

Merdeka.com - Sebanyak 21 mahasiswa di India memutuskan bunuh diri karena tidak lolos ujian akhir. Kasus bunuh diri ini terjadi dalam sepekan terakhir.

Menurut otoritas setempat, penyebabnya ialah kesalahan penilaian elektronik. Seluruh korban berasal dari Negara Bagian Telangana, termasuk di antaranya seorang mahasiswa yang membiarkan diri ditabrak kereta, dan seorang lainnya nekat membakar dirinya sendiri hingga tak bernyawa.

Dilansir dari Daily Mail, Selasa (30/4), otoritas India mengakui terjadi kesalahan besar pada sistem teknologi informasi yang digunakan dalam penilaian ujian yang berbasis elektronik kali ini. Mereka juga tak menampik kemungkinan ada faktor kesalahan manusia yang beperan di belakangnya.

Salah seorang mahasiswa setempat mengatakan kepada News 18 yang berafiliasi dengan CNN, kesalahan sistem penilaian elektronik membuat nilai berkurang satu digit, yang berarti mereka gagal secara keseluruhan. Di lain pihak, para politikus India telah mengimbau mahasiswa untuk tidak melukai diri sendiri jika mereka meyakini ada kejanggalan pada hasil nilai yang didapat.

Otoritas pendidikan India juga menawarkan ujian ulang terhadap para mahasiswa yang terdampak, tanpa dipungut biaya. Namun, sejumlah pihak menanggapi dengan pesimistis lantaran perusahaan swasta yang terlibat dalam skandal penilaian elektronik itu, Globearana, akan kembali berperan dalam ujian ulang.

Di samping itu, dalam sepekan terakhir, ratusan orang tua dan mahasiswa turun ke jalan melakukan aksi protes. "Pada tahun pertama, anak saya menduduki puncak ujian, tetapi sekarang nilai-nilainya satu digit. Saya tidak tahu harus berbuat apa," kata salah seorang orang tua mahasiswa kepada News 18.

"Saya sudah meyakinkannya bahwa semua akan beres. Tetapi bagaimana jika dia juga membahayakan dirinya sendiri?", lanjutnya khawatir.

Secara total, hampir satu juta mahasiswa mengikuti ujian di negara bagian Telangana, dan dari jumlah itu, lebih dari 300.000 peserta dinyatakan gagal. Meskipun otoritas setempat mengatakan hanya sebagian kecil dari peserta ujian yang tidak lulus, namun mereka juga mengakui terjadi peningkatkan jumlah kegagalan tes pada tahun ini.

Konon, jumlah bunuh diri terkait ujian juga merupakan yang tertinggi di India dalam empat tahun terakhir. Berbicara langsung di hadapan ratusan mahasiswa, kepala menteri negara bagian Talangena, Chandrashekhar Rao, mengimbau kepada para mahasiswa agar tidak menyakiti diri sendiri, apalagi hingga memutuskan bunuh diri.

"Gagal dalam ujian tidak berarti gagal dalam hidup. Kehidupan itu berharga. Akan ada banyak peluang di depan," katanya menyemangati.

Reporter: Happy Ferdian Syah UtomoSumber: Liputan6 (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP