Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak cuma menculik, band metal Decapitated juga disangka memperkosa

Tak cuma menculik, band metal Decapitated juga disangka memperkosa Decapitated. ©metalinjection.net

Merdeka.com - Kabar penangkapan seluruh anggota kelompok musik cadas asal Polandia, Decapitated, di Amerika Serikat mengungkap fakta baru. Empat musikus beraliran technical death metal itu dikabarkan tidak cuma menculik seorang penonton perempuan usai konser di Negara Bagian Washington, tetapi juga memperkosanya.

Dilansir dari laman Associated Press, Rabu (13/9), hal itu diketahui dari surat dakwaan polisi didaftarkan di Pengadilan Spokane Senin lalu. Menurut kesaksian korban dicatat oleh polisi setempat, peristiwa itu terjadi ketika mereka berpesta di dalam bus tur band, usai menggelar konser di daerah Spokane, Washington, pada 31 Agustus lalu.

Mereka yang ditangkap adalah vokalis Rafal 'Rasta' T. Piotrowski (31), gitaris Waclaw 'Vogg' J. Kieltyka (35), bassis Hubert E. Wiecek (30), dan drummer Michal M. Lysejko (27). Band itu dibentuk pada 1996 lalu. Mereka dibekuk Sabtu pekan lalu usai manggung di Santa Ana, California karena sangkaan penculikan tingkat pertama. Padahal, mereka sedang dalam tur konser bersama dengan band asal Australia, Thy Art is Murder.

Ke empatnya hadir dalam sidang dakwaan di Los Angeles kemarin, dan bakal dipindahkan ke Washington, tempat delik itu terjadi.

Dalam dakwaan disebutkan, korban mengatakan dia datang menonton konser Decapitated di Spokane bersama seorang temannya. Setelahnya, empat anggota band mengajaknya minum-minum di bus. Selama itu, korban mengaku mulai merasa tidak nyaman.

Kemudian, korban pergi ke toilet di bus dan dikuntit oleh seorang anggota band dan memaksa masuk. Korban mendorongnya.

"Namun, anggota band itu memegang tangan korban dan membalikkan badannya sehingga dia menghadap wastafel dan kaca di kamar mandi. Dia melihat dari kaca kalau seluruh anggota band bergantian memperkosanya," demikian seperti dikutip dalam surat dakwaan.

Rekan korban juga mengatakan kepada polisi kalau seluruh anggota band memperkosa. Kemudian dia membantu korban dan memakaikan pakaiannya, kemudian membopongnya keluar dari bus. Korban kemudian pergi dan menelepon nomor darurat 911. Panggilan itu direspon dan polisi lantas menjemputnya di lokasi konser. Namun, polisi itu sudah kehilangan jejak bus tur band Decapitated.

Di dalam dokumen itu dipaparkan kalau polisi kemudian membawa korban ke rumah sakit buat divisum. Dalam laporannya, dokter menulis kalau korban mengalami memar pada lengan bagian atas akibat dicengkeram dan sejumlah cidera lain.

Meski demikian saat diperiksa polisi, seluruh anggota band Decapitated memberikan keterangan berbeda-beda. Drummer Michal M. Lysejko mengatakan dia tidak mengenal korban ketika polisi menunjukkan fotonya. Sedangkan gitaris Waclaw 'Vogg' J. Kieltyka hanya mengakui cuma dua rekannya yang bersenggama dengan korban di toilet bus.

Kemudian vokalis Rafal 'Rasta' T. Piotrowski mengatakan kalau korban cuma ikut berpesta di dalam bus, dan menolak memberi keterangan lanjutan. Sedangkan menurut bassis Hubert E. Wiecek, dia melihat kedua perempuan itu di dalam bus, tetapi tidak tahu apa yang terjadi kemudian.

Kuasa hukum Decapitated, Steve Graham, mengatakan kliennya bakal melawan semua dakwaan. "Kami yakin kalau keterangan klien kami akan didengar," kata Graham. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP