Tak ada WNI jadi korban tewas serangan bom Turki
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia mengutuk serangan bom di Kawasan Kizilay, Ibu Kota Ankara, Turki yang terjadi kemarin. Serangan bom tersebut menewaskan 34 jiwa dan membuat 125 orang terluka.
Sejauh ini, pihak Kedutaan Besar Indonesia di Ankara menyebutkan belum mendapat informasi mengenai korban WNI.
"Meski begitu, KBRI Ankara terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Turki untuk mendapat informasi lebih jauh," seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima merdeka.com, Senin (14/3).
Berdasarkan catatan KBRI Ankara, terdapat 1.553 WNI di Turki yang sebagian besar merupakan pekerja profesional dan mahasiswa.
Pemerintah Indonesia sendiri juga menyampaikan bela sungkawa kepada pemerintah dan warga Turki atas insiden serangan bom ini. Selain itu, pihak KBRI telah menyediakan nomor hotline +905321352298 dan +905338120760, untuk para WNI yang memerlukan informasi dan mencari tahu keberadaan keluarganya di Turki.
Sebuah ledakan besar terjadi di dekat pusat Ibu Kota Turki, semalam waktu setempat. Serangan terjadi di dekat stasiun bus utama di Jalan Ataturk.
Ledakan juga sempat terjadi pada Februari lalu dan menargetkan konvoi militer di Ankara, serta menewaskan 28 orang. Kala itu, militan Kurdi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dituduh bertanggung jawab atas serangan ini.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menggebu-gebu mengatakan akan membuat teroris bertekuk lutut.
"Masyarakat Turki tidak perlu cemas, perjuangan melawan terorisme pasti akan berakhir dan teroris akan kita giring bertekuk lutut," ujar Erdogan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala menjelaskan, investigasi tengah dilakukan untuk menyimpulkan siapa pelaku yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya