Tahanan bocah di Korea Utara dijadikan makanan anjing
Merdeka.com - Mantan sipir penjara di Korea Utara Ahn Myong-Chol hari ini mengatakan dia masih ingat suatu kali sekelompok anak usia sekolah dijadikan makanan anjing lalu mereka dikubur hidup-hidup.
Ahn Myong-Chol menjadi sipir penjara selama delapan tahun hingga dia akhirnya kabur ke luar negeri pada 1994, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (26/2).
Suatu hari, kata dia, tiga anjing menyerang sekelompok anak-anak baru kembali dari kamp sekolah. Mereka mencabik-cabik tubuh bocah-bocah itu.
"Anjing-anjing itu membunuh tiga bocah. Dua lainnya luka parah dan penjaga mengubur mereka hidup-hidup," kata pria berusia 45 tahun itu kepada kantor berita AFP melalui penerjemah.
Keesokan harinya, kata Ahn, anjing-anjing itu diberi makanan spesial sebagai hadiah.
"Orang-orang di kamp tidak diperlakukan seperti manusia. Mereka seperti lalat yang bisa dihancurkan," ujar Ahn.
Dia adalah salah satu dari pembelot Korea Utara yang menceritakan kisah mengerikan tentang kondisi penjara atau kamp di negeri itu kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pekan lalu PBB mengeluarkan laporan setebal 400 halaman berisi pelanggaran hak asasi di Korea Utara.
Setelah kabur dari Korea Utara dua dekade lalu Ahn bekerja di sebuah bank di Korea Selatan. Dia kemudian terlibat dalam gerakan menentang penyiksaan di penjara dan kamp di Korea Utara.
Tiga tahun lalu dia berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai bank untuk mengurusi organisasi Bebaskan Gulag Korea Utara.
"Sudah tugas saya untuk menyebarkan kepedulian atas apa yang terjadi di kamp penjara," kata dia.
Hingga kini sudah ada 80 ribu hingga 120 ribu tahanan politik mendekam di penjara Korea Utara. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya