Survei: 4 persen responden Indonesia bersimpati pada ISIS
Merdeka.com - Aksi teror keji di Beirut dan Paris beberapa waktu belakangan didalangi Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Pasukan Sunni garis keras bertujuan akhir mendirikan Khilafah global itu menjadi organisasi teror paling disoroti setahun terakhir. Selain punya rekam jejak melakukan serangan sadistis skala internasional, ISIS berhasil merekrut lebih dari 25 ribu orang asal pelbagai negara untuk bergabung.
Dua sisi ISIS itu - sadis tapi bisa menarik banyak simpati sebagian populasi muslim dunia - menjadi kajian lembaga Pew Research Center asal Amerika Serikat. Dalam survei yang dilansir tiga hari lalu, lembaga ini meriset 11 negara berpenduduk mayoritas muslim.
Seperti dikutip merdeka.com dari situs pewresearch.org, Sabtu (21/11), jajak pendapat ini menyatakan penduduk negara mayoritas muslim rata-rata tidak mendukung ISIS. Di Indonesia ambil contoh, 79 persen responden mengatakan kekejaman militan khilafah tidak bisa dibenarkan ataupun didukung. Adapun 4 persen responden di Tanah Air secara terbuka mengaku bersimpati pada ISIS, ditambah 18 persen memilih tidak bersikap.
Pun demikian di Nigeria, yang dilanda teror Boko Haram - organisasi militan sejak awal tahun ini berbaiat pada ISIS - 66 persen responden mengaku tidak mau mendukung agenda khilafah Islamiyah.

Namun jumlah responden mendukung ISIS di negara kaya minyak Afrika itu cukup besar, mencapai 14 persen responden. Menurut peneliti Pew, Jacob Pushter, rupanya ada kelompok muslim di Nigeria yang terganggu dengan kelakuan Boko Haram tapi menganggap ISIS sebagai organisasi berbeda dengan tujuan lebih mulia.
Sedangkan Pakistan mejadi negara paling 'ramah' ISIS dalam survei ini. Responden muslim yang terang-terangan mengecam khilafah hanya 28 persen, dengan 62 persen lainnya menolak bersikap. Negara mayoritas muslim paling menolak pandangan ISIS adalah Libanon. Nyaris 98 persen responden mengatakan pasukan ISIS bukan representasi Islam.
"Kesimpulannya, dari 11 negara mayoritas muslim yang disurvei rata-rata 15 persen dari responden tidak mendukung gagasan khilafah Islamiyah," kata Jacob.
Survei ini digelar dengan cara wawancara langsung, melibatkan 1.000 responden dipilih lewat metode multi-stage untuk setiap negara. Di Indonesia, Pew menggelar survei sepanjang 8 April hingga 4 Mei lalu. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya