Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Suriah miliki cadangan senjata kimia terbesar sejagat

Suriah miliki cadangan senjata kimia terbesar sejagat Presiden Suriah Basyar al-Assad bersama keluarga. (James Nachtwey)

Merdeka.com - Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Israel Mayor Jenderal Yair Naveh menuding Suriah memiliki cadangan senjata kimia terbesar sejagat. Dia khawatir negara itu bakal menggunakan senjata pemusnah massal itu terhadap Israel jika ada kesempatan.

"Mereka (rezim Presiden Basyar al-Assad) akan memperlakukan kami sama seperti cara mereka memperlakukan rakyat sendiri," kata Naveh dalam pidato mengenang para pahlawan di Yerusalem, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (11/6).

Sejauh ini, Damaskus belum pernah mengumumkan stok senjata kimia mereka. Namun Tel Aviv cemas senjata-senjata mematikan itu bisa jatuh ke kelompok anti-Israel setelah rezim Assad tumbang.

Israel selama ini terus menyoroti pembunuhan warga sipildi Suriah, terutama perempuan dan anak-anak.Dua negara itu pada masa lalu terlibat perang dan beberapa usaha buat berdamai gagal terlaksana.

Dua pekan lalu, seorang mantan petinggi Suriah tidak disebutkan namanya dan kini membelot ke pihak pemberontak mengatakan jika rezim Assad jatuh, mereka bakal langsung menguasai gudang senjata kimia itu, seperti dikutip surat kabar Israel, Haaretz. Dia membocorkan rahasia kepemilikan senjata kimia terbesar di dunia itu.

Wakil Perdana Menteri Israel Shaul Mofaz kemarin mendesak masyarakat internasional menumbangkan Assad. Seruan serupa juga dilontarkan sejumlah pejabat israel ketika revolusi meletup di Libya.

Israel saat ini ketar-ketir melihat perkembangan revolusi Arab. Apalagi Suriah selama ini terkenal salah satu penentang Negeri Zionis itu, selain Iran. Mereka juga berpikir jika nanti rezim basyar al-Assad tumbang dan malah digantikan pemerintah dikuasai politisi muslim maka posisi mereka kian terancam.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemarin menuduh Iran dan Hizbullah ada di balik aksi pembantaian terjadi si Suriah. Tetapi Negeri Mullah itu tegas membantah tuduhan itu.

Sejak konflik meletup Maret tahun lalu, sekitar 11 ribu orang tewas di Suriah, termasuk anak-anak dan perempuan. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda gencatan senjata antara kedua pihak. Bahkan, misi pemantau perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa mengaku tidak berdaya menghentikan pertikaian itu.

                (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP