Suriah izinkan penyidik senjata kimia memasuki Douma hari ini
Merdeka.com - Duta Besar Suriah untuk PBB mengatakan tim keamanan PBB akan tiba di Douma, menjelang kunjungan para ahli dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) internasional untuk menyelidiki dugaan serangan gas beracun yang memicu serangan AS dan sekutunya.
"Tim keamanan PBB memasuki Douma. Untuk menilai situasi keamanan di lapangan dan jika tim keamanan PBB ini memutuskan bahwa situasi di Douma aman. Maka misi pencari fakta akan memulai pekerjaannya di Douma besok (hari ini)," kata Duta Besar Suriah Bashar Ja'afari mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB, dikutip dari Reuters (18/4).
Negara-negara Barat mengatakan sejumlah warga sipil yang berlindung dari bom digas hingga tewas di Douma pada 7 April lalu. Walau pihak Suriah dan Rusia membantah tuduhan ini.
Sebelumnya pada hari Selasa, televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa OPCW telah memasuki Douma.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan dia mengetahui jika penyidik dari OPCW telah di sana, "Tetapi pemahaman kami adalah bahwa tim belum memasuki Douma," kata dia.
Sebuah sumber diplomatik di Den Haag, Belanda, di mana markas OPCW berada, mengatakan bahwa para ahli belum diizinkan memasuki Douma.
Perancis mengatakan bahwa sangat mungkin bahwa bukti serangan gas beracun itu penyedik tiba di sana.
Douma kini berada di tangan pasukan pemerintah. Hanya beberapa jam setelah serangan 100 rudal yang diluncurkan AS bersama pasukan Prancis dan Inggris ke tiga objek yang diduga pengembangan senjata kimia.
Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB, tidak ada gunanya membangun penyelidikan baru untuk menentukan kesalahan atas serangan senjata kimia di Suriah karena Washington dan sekutunya sudah bertindak sebagai hakim dan algojo.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya