Suriah dianggap negara paling mematikan bagi jurnalis pada 2017
Merdeka.com - Jumlah pewarta kehilangan nyawa saat bertugas pada 2017 ternyata cukup banyak. Suriah dianggap negara paling berbahaya bagi wartawan tahun ini.
Dilansir dari laman Associated Press, Selasa (19/12), menurut lembaga Reporter Tanpa Batas (RSF), pewarta tewas dalam tugas tahun ini mencapai 65 orang. Namun, mereka menyatakan jumlah itu paling rendah selama 14 tahun terakhir.
Walau demikian, RSF menyatakan persentase aksi kekerasan berujung tewasnya pewarta di negara tidak sedang berperang tahun ini malah naik. Yakni mencapai 46 persen, selisih 16 angka dari 2016.
Menurut RSF, tahun ini ada 12 jurnalis meregang nyawa di Suriah. Sedangkan di Meksiko ada sebelas wartawan tewas. RSF menyatakan, 60 persen pewarta yang meninggal itu karena dibunuh.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya