Suriah dalam cengkeraman aksi bengis ISIS
Merdeka.com - Fatoum al-Jassem, gadis asal Suriah, mungkin tak pernah membayangkan dirinya harus meregang nyawa hanya lantaran punya akun Facebook. Tapi begitulah yang terjadi. Dia tewas dengan cara dirajam setelah pengadilan agama di Kota Rakka memvonisnya bersalah.
Kelompok pemberontak ISIS di Suriah yang menguasai kota itu membawa Jassem ke pengadilan. Dalam persidangan dinyatakan memiliki akun Facebook sama dengan berbuat zina. Hukuman pun berlaku. Jassem tewas dirajam, seperti dilansir majalah India Today, tiga hari lalu.
Kekejaman ISIS tidak berhenti sampai di situ. Sebuah rekaman video mengerikan baru-baru ini beredar di Internet memperlihatkan ISIS mengeksekusi 14 tawanan dengan cara brutal dan bengis.
Dalam video itu terlihat sejumlah orang matanya ditutup berbaris berlutut di depan lubang saat malam hari. Cahaya hanya diterangi dengan obor, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Selasa (18/2).
Di belakang mereka ada seseorang yang sangat tenang mengokang pistol dan segera menembakkannya ke kepala salah satu dari tawanan. Bahkan video tiba-tiba berhenti sebab gambar selanjutnya terlalu mengerikan untuk direkam.
Ke-14 tawanan itu seketika menjadi mayat dan langsung dikuburkan dengan kondisi berlumuran darah. Gambar-gambar dan rekaman itu diperoleh dari stasiun televisi CNN. Mereka mendapat data dan rekaman dari responden Suriah agar media dapat mengetahui ada satu kelompok ekstremis baru dikenal sebagai ISIS dan mereka penentang Presiden Basyar al-Assad nomor satu.
Ekstremis bengis ISIS dikatakan merupakan binaan Al-Qaidah di Suriah namun Al-Qaidah pernah membantahnya. Bahkan Al-Qaidah mengecam dan mengancam mereka untuk segera meninggalkan Suriah. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya